Categories: Nasional

Perpaduan Natural and Warm, Hasil dari Slow Decorating

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Awal menempati rumah, tahun 2017, Febrina Arie Pratiwi (34) tak pernah memikirkan konsep dekorasi yang akan ia usung. Ia hanya mendambakan rumah dengan ruang keluarga yang menyatu dengan alam dan dapur outdoor yang bersih. Perjalanan mendekornya, akhirnya mengantarkannya pada tujuannya tersebut sekaligus menyimpulkan konsep dekorasinya secara keseluruhan.

Pemilik akun Instagram @hauz.of.momo ini mengaku menerapkan konsep slow decorating dalam mendekor huniannya. Slow decorating sendiri menurutnya adalah konsep dekor yang dilakukan secara bertahap. Perlahan, namun pasti. Hingga akhirnya mengerucut pada satu konsep.

"Menurut saya dekor adalah journey. Awal menempati rumah, saya nggak pernah kepikiran secara spesifik tentang konsep rumah saya. Semuanya mengalir pelan-pelan. Namun, makin ke sini, arah konsep dekorasinya makin terlihat. Proses yang membentuk konsep itu,’’ ujar pencinta kucing ini.

Secara keseluruhan, rumahnya memiliki konsep natural dan warm. Ini dibuktikan dengan dominasi kayu, sentuhan tanaman di mana-mana dan warna-warna bumi yang ia pilih untuk sebagian besar isi rumahnya. Mulai dari ruang tamu, atmosfer natural sudah tercium.

Warna dinding dibiarkan putih polos. Lantai dengan motif kayu, wooden furniture dan tanaman hijau makin memperjelas ketertarikannya pada alam dan juga warna bumi atau warna warm. Ruang keluarga yang menyatu dengan alam pun terwujud. Termasuk dapur outdoor dengan look yang clean. Kedua ruangan ini bersebelahan langsung dengan indoor gardennya yang simpel dan hijau.

Berjalannya waktu, wanita yang membagikan perjalanannya dalam mendekorasi rumahnya di akun Instagram-nya ini berkeinginan agar rumahnya  yang menurutnya tak terlalu luas bisa terasa lebih lega. "Rumah ini nggak terlalu besar. Tapi, aku tetap ingin rumah ini terasa lega, terkesan luas dan airy. Karena itu, akhirnya aku selektif dalam menambah printilan dan isi rumah. Aku hanya beli yang aku perlu dan benar-benar suka. Agar ruangan nggak berasa penuh," sambung wanita  yang bekerja di perusahaan asuransi ini.

Hal itu diakuinya sebagai salah satu tantangannya dalam mendekor. Sebab, ia dituntut untuk bisa menahan diri dari godaan hiasan rumah yang lucu dan menarik. Di sisi lain, ia mengaku juga menghadapi tantangan lain. Dirinya harus bisa memadukan dua unsur favoritnya menjadi satu kesatuan.

"Di samping suka konsep natural, saya juga suka warna hitam. Jadi, saya ingin rumah saya, khususnya dapur juga diberi sentuhan warna hitam. Namun, memadukan warna hitam yang lebih condong ke arah dekorasi minimalis dan modern itu ternyata nggak mudah. Jadi, ya harus pinter-pinter mix and matchnya biar kedua konsep itu bisa ngeblend," paparnya.

Kepiwaiannya dalam mendekor dan konsep slow decorating yang ia anut akhirnya mengantarkannya pada dekorasi rumahnya saat ini. Rumah impiannya pun bisa ia wujudkan. Semua tak lepas dari kesabarannya dalam mendekor.

Sejak awal, ia nggak buru-buru menentukan konsep. Namun sebaliknya, wanita satu ini justru mendekor secara bertahap dengan hasil yang memuaskan.

Laporan: SITI AZURA
Foto: KOLEKSI PRIBADI

 

 

So, konsep slow decorating ini juga bisa Ladies terapkan ya. Dengan tahapan demi tahapan itu, nyatanya bisa mengantarkan kamu pada konsep dekorasi yang kamu banget.

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

25 Dapur MBG Dibangun di Daerah 3T Inhu, Sekda Turun Langsung Meninjau

Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…

1 hari ago

Bupati Kuansing Optimalkan Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan

Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…

1 hari ago

Bupati Siak Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN Bersama BKN

Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…

2 hari ago

Tumpukan Limbah Kayu Ancam Sungai Bukit Batu Bengkalis

Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…

2 hari ago

UMK Meranti 2026 Belum Berjalan Optimal, Pemkab Meranti Siapkan Aturan Khusus

Penerapan UMK 2026 di Meranti dinilai belum optimal. Pemkab pun menyiapkan Perbup sebagai aturan teknis…

2 hari ago

PSMTI Riau Matangkan Persiapan Musprov V, Pemilihan Ketua Jadi Agenda Utama

PSMTI Riau akan menggelar Musprov V akhir pekan ini di Pekanbaru untuk memilih ketua definitif…

2 hari ago