Categories: Nasional

KPK: Semua Tudingan Arteria Dahlan Bohong

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geram dengan sejumlah tudingan miring yang disampaikan anggota DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan. Pasalnya, Arteria menyebut bahwa KPK tak menyampaikan laporan tahunan hingga barang sitaan yang tak masuk ke kas negara.

Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif memperlihatkan sebuah artikel yang dimuat salah satu media nasional. Menurut Syarif, artikel tersebut memperlihatkan bahwa lembaga antirasuah telah menyampaikan laporan tahunan secara periodik.

“(Artikel) itu contoh yang dia bilang bahwa KPK tidak buat laporan tahunan, tetapi pada saat peluncuran dia hadir,” kata Laode Syarif saat dikonfirmasi, Jumat (11/10).

Dalam artikel yang disampaikan Syarif, terlihat foto Arteria Dahlan berada dalam satu frame bersama Ketua KPK Agus Rahardjo dan Bambang Soesatyo. Hal ini untuk menegaskan, bahwa KPK memberikan laporan tahunan.

Judul artikel tersebut adalah Penyampaian Laporan Tahunan KPK. Artikel tersebut terbit pada 12 Maret 2018. Arteria hadir dalam acara penyampaian laporan tahunan lembaga antirasuah.

Syarif menegaskan, tuduhan Arteria dalam sebuah acara televisi swasta pada Rabu, (9/10) malam adalah informasu bohong. Bahkan menurut Syarif, apa yang disampaikan Arteria dalam acara tersebut tak ada yang benar.

“Arteria itu bohong dan bahkan berani bentak-bentak orang tua padahal yang dia sampaikan tidak ada yang benar,” sesal Syarif.

Sebelumnya, anggota DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan menjelaskan perlunya pembentukan Dewan Pengawas. Dalam acara pada sebuah televisi swasta itu pun Arteria nampak membentak-bentak Prof. Emil Salim.

Dalam acara tersebut, Arteria menuding KPK tidak membuat laporan tahunan hingga tak memberikan harta rampasan ke kas negara. Tak hanya itu, politikus PDIP ini pun menuding adanya KPK gadungan.

Sejumlah tudingan itu pun telah diklarifikasi oleh juru bicara KPK Febri Diansyah. Menurutnya, sejumlah tuduhan miring yang disampaikan Arteria Dahlan adalah tidak berdasar. KPK pun mengajak semua pihak, terutama para penyelenggara negara termasuk politisi untuk berbicara secara benar dan tidak menyesatkan publik dengan informasi-informasi yang tidak benar.

Febri menuturkan, informasi palsu adalah musuh bagi bagi kebebasan informasi dan hama bagi demokrasi. “Profil pihak yang menyampaikan informasi juga patut dilihat, karena dalam beberapa produksi informasi bohong tentang KPK, disampaikan oleh orang yang pernah jadi terpidana kasus penipuan, atau ada yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi dan pencucian uang yang diproses KPK. Rekam jejak kebohongan tentu saja sulit dihapus,” tukas Febri.

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

20 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

20 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 hari ago