Ilustrasi (INTERNET).
BATAM (RIAUPOS.CO) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyusun rute (trase) jalan tol dalam kota untuk Batam. Targetnya, akhir tahun ini akan selesai.
Dari trase yang tengah disusun tersebut, diketahui bahwa jalan tol di Batam akan dibuat melayang. Namun, menanggapi isu yang sudah beredar di media nasional itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam buru-buru membantahnya.
Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal BP Batam Boy Zasmita mengatakan, hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan Kementerian PUPR mengenai pembangunan jalan tol tersebut. Ia menduga, isu tersebut sengaja dihembuskan. Boy cukup mengapresiasinya, karena berkaitan dengan kepentingan Batam. Tapi untuk realisasinya masih perlu waktu yang sangat panjang.
"Begini, aset jalan kan berada di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam. Tapi kami belum pernah diajak. Di samping itu, pembangunan jalan tol masih memerlukan banyak pertimbangan, khususnya dari segi kelayakan dan juga pengembalian modalnya," kata Boy, kemarin.
Menurut Boy, dari segi kelayakan, Batam belum memerlukan jalan tol. Penyebabnya karena jalanan di Batam sudah lebar-lebar. Justru, yang diperlukan Batam saat ini adalah transportasi massal untuk mobilisasi warga.
"Kalau untuk Batam, transportasi massal yang diperlukan, seperti LRT (Light Rapid Transit) atau kereta api. BP sudah memiliki rancangan trase LRT. Tapi memang prosesnya masih panjang. Karena prosesnya masih di perencanaan tingkat awal," ungkapnya.
Sedangkan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional 1 (Satker PJN 1) Kepri dari Kementerian PUPR Endry Z Jamal mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV Jambi-Kepri Kementerian PUPR.
"Sampai saat ini, kami masih menunggu informasi dari BPJN IV. Kami berharap dapat terealisasi segera. Dukungan pemerintah daerah sangat kami perlukan untuk mempercepat pelaksanaan," ungkapnya.
Isu mengenai pengembangan trase jalan tol di Kota Batam berembus setelah Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol Hutama Karya, Agung Fajarwanto, mengungkapkan bahwa nanti hampir 70 persen struktur jalan tol di Batam yang bakal dikembangkan akan dibuat melayang. Saat ini, rute itu tengah disusun dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.
Sumber : Batampos.co.id
Editor : Rinaldi
Setelah pembahasan panjang, DPRD Inhil resmi mengesahkan APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,05 triliun dalam…
Komunitas Anthracite Bicycle Community Sawahlunto memastikan keikutsertaan lima goweser dalam ajang Riau Pos Fun Bike…
Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…
Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…
Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…
Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…