Categories: Nasional

Kondisi Haiti Tak Menentu Setelah Pembunuhan Presiden Jovenel MoiseÂ

PORT-AU-PRINCE (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 10 dari 30 senat Haiti mengajukan supaya Ketua Senat, Joseph Lambert, untuk menjabat sebagai presiden sementara setelah pembunuhan Presiden Jovenel Moise. 

Informasi itu didapat oleh Reuters dari sebuah dokumen. Tindakan senat itu justru membuat Haiti semakin terjerembab dalam krisis politik. Terlebih, pengambilalihan kekuasaan dalam situasi seperti saat ini. 

Sebuah surat yang didapat Reuters menyatakan Haiti meminta bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengirimkan pasukan untuk mengamankan negara Karibia ini, khususnya terkait dengan infrastruktur utama. 

"Untuk mendukung upaya polisi nasional yang bertujuan membangun kembali keamanan dan ketertiban umum di seluruh wilayah," demikian isi kutipan surat tersebut. 

Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 orang perlu mengesahkan perintah mengirim pasukan ke Haiti. Sementara, sejauh ini Amerika Serikat tidak memiliki rencana untuk memberikan bantuan militer. 

Moise ditembak kelompok tak dikenal di rumah pribadi pada Rabu (7/7/2021) dini hari waktu setempat. Kematian Moise diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Haiti, Claude Joseph, melalui pernyataan pada pagi hari waktu setempat. 

Moise tewas diberondong tembakan oleh 28 anggota regu pembunuh yang menggunakan senjata api. Pembunuh itu terdiri dari dari 26 warga Kolombia dan dua warga AS keturunan Haiti. 

Sebanyak 17 mantan tentara Kolombia diduga terlibat dalam pembunuhan Moise. Sebanyak dua dari 17 orang tersebut tewas dalam baku tembak dengan anggota Kepolisian Haiti. 

Menurut informasi, dua orang anggora regu tim pembunuh itu terbang dari Bogota, Kolombia ke Panama pada 6 Mei lalu. Dari sana mereka menuju ke Santo Domingo, ibu kota Republik Dominika. Setelah empat hari berada di sana, mereka terbang ke Haiti. 

Kolombia mengatakan memiliki informasi soal keterlibatan empat perusahaan dalam kejahatan itu. Presiden Kolombia, Ivan Duque, sebelumnya mengumumkan akan mengirim misi intelijen ke Haiti untuk membantu penyelidikan.

Sumber: Reuters/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

14 jam ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

15 jam ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

15 jam ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

2 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

2 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

2 hari ago