syarudin-husin-semakin-perkasa
DUMAI (RIAUPOS.CO) — Dukungan masyarakat terhadap bakal calon Wali Kota Dumai pada polling aspirasi pembaca Riau Pos terus mengalir. Berdasarkan penghitungan Rabu (10/6), Syarudin Husin masih berada di peringkat pertama polling. Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai itu meraih dukungan sebanyak 29,49 persen. Jumlah tersebut naik tipis dari sebelumnya dan menjadikan Syarudin semakin perkasa di polling.
"Tokoh masyarakat Dumai Syarudin Husin kembali mendapat tambahan dukungan. Ia semakin perkasa di puncak polling," sebut Direktur Riau Pos M Hapiz, kemarin.
Selanjutnya disusul Hendri Sandra yang sebelumnya juga sempat mendapat tambahan dukungan tipis. Dukungan Hendri kini stagnan di angka 19,39 persen. Sedangkan di peringkat tiga ada nama Paisal yang memperoleh dukungan sebanyak 19,04 persen. Menyusul Guspian yang saat ini stagnan di peringkat empat. Ia mendulang total dukungan sebanyak 10,81 persen.
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Dumai itu belum mampu mendekati Paisal. Peringkat lima ada nama Eko Suharjo dengan dukungan sebanyak 7,87 persen. Peringkat enam ditempati Uber Firdaus dengan jumlah dukungan sebanyak 6,11 persen.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Dumai Bambang Wardoyo yang sebelumnya mendapat tambahan dukungan tipis kini stagnan di peringkat ke tujuh. Ia memperoleh 5,64 persen dukungan. Hanafi Atan mendapat dukungan 0,94 persen. Ia berada di peringkat delapan dan Zainal Abidin di peringkat sembilan dengan 0,71 persen dukungan.(nda)
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…