minyak-goreng
Karena harga minyak goreng kemasan selangit, pemerintah akhirnya memberikan subdisi. Harganya jadi Rp14 ribu pe liter.
Tapi, meski murah, cukup sulit mendapatkannya. Di ritel-ritel kosong. Di swalayan kadang ada kadang tidak.
Nah, suatu hari Maya melihat di belanja online kalau ada yang jual minyak goreng kemasan murah. Beli tiga dus (satu dus isinya 6 kemasan 2 liter) harganya cuma sekitar tiga ratusan ribu rupiah.
"Mau dong,,, Murah," pikir Maya tanpa pikir panjang.
Ia pun diminta mentrasnfer uang ke nomor rekening penjual.
"Papa, tolong transfer uang ke nomor rekening ini, ya… Aku beli minyak goreng murah lho di online," kata Maya kepada suaminya.
Sang suami pun menuruti permintaan Maya.
Beberapa hari kemudian, Maya mendapatkan telepon dari nomor yang tidak dikenal.
Orang tersebut menanyakan apakah Maya membeli minyak goreng dengan jumlah banyak. Maya pun mengiyakan.
Lalu orang itu pun mengatakan kalau Maya telah melakukan penimbunan dan bisa dihukum karena itu.
Maya pun gemetaran. Tapi, orang itu memberikan solusi.
"Ibu bisa mendapatkan minyak goreng itu jika membayar Rp2 juta. Kalau tidak, bisa diperkarakan nanti," katanya.
Mendengar itu, Maya langsung menutup sambungan telepon.
"Dasar penipu!!," katanya.
"Alamaakk…!! Bukannya dapat minyak goreng murah, malah kena tipu," ujar Maya.
"Siap-siaplah aku bakalan diomelin papa," ujarnya.(yls)
HPT Rohil bersama PMI Pekanbaru berhasil mengumpulkan 150 kantong darah dalam kegiatan donor darah di…
Umri mewisuda 418 lulusan dan terus memperkuat langkah menuju kampus unggul dengan pengembangan fasilitas dan…
Pemko Pekanbaru mulai menerapkan program 1 ASN 1 RW di dua kecamatan dan akan memperluas…
KMP Tirus kembali beroperasi melayani rute Insit-Mengkapan usai baling-baling kapal yang tersangkut jaring selesai diperbaiki.
Dinas Pendidikan Inhil mulai menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru berbasis digital untuk tahun ajaran 2026/2027.
Prof Jimmi Copriady dinilai memiliki rekam jejak kuat dan layak maju sebagai bakal calon Rektor…