Categories: Nasional

Bappenas Hitung Ulang Pembiayaan Pemindahan Ibu Kota Baru

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Keperluan biaya untuk pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke sebagian wilayah Kutai Kertanegara dan sebagian wilayah Penajem Paser Utara rupanya belum final. Kementerian PPN/Bappenas menyatakan akan menghitung anggaran yang akan diperlukan demi pembangunan di ibu kota baru tersebut.

Deputi Bidang Pengembangan Regional PPN/Bappenas Rudy Seoprihadi menyatakan, anggaran Rp466 triliun yang diusulkan oleh Bappenas ke Jokowi dirancang untuk tiga alternatif provinsi ibu kota baru. Namun, ketika lokasi ibu kota telah dipilih oleh Jokowi, maka pihaknya akan menghitung ulang biaya yang diperlukan untuk pembangunan pada provinsi tersebut.

"Kemarin biayanya berbasis tiga alternatif. Yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Maka itu, kami harus menghitung ulang secara spesifik besaran keperluan dananya," kata Rudy di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (10/9).

Rudy menambahkan, pihaknya akan mengkaji secara mendalam terkait keperluan biaya pembangunan ibu kota baru tersebut. Harapannya, agar pembangunan ibu kota baru bisa lebih optimal lagi. Namun demikian, pihaknya belum bisa membeberkan lebih rinci apakah nanti pembiayaannya malah akan menjadi lebih membengkak atau tidak.

"Kita belum tahu (lebih tinggi atau tidak). Perkiraan biaya yang sesuai untuk keperluan pembangunan tersebut akan bisa diselesaikan akhir tahun ini," bebernya.

Di sisi lain, ia memastikan pengerjaan pembangunan ibu kota baru pada tahap pertama tetap akan dilakukan pada awal tahun 2021 mendatang. Untuk saat ini, pihaknya akan menyiapkan masterplan desain untuk pembangunan yang dilakukan tahun depan.

"Kita siapkan masterplannya, termasuk engineering desainnya, siteplannya, nanti akan kita buat seoptimal mungkin, setajam mungkin," tegas dia.

Sebelumnya, presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, sumber pendanaan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur tak semuanya dibebankan dari APBN. Total yang diperlukan mencapai Rp466 triliun.

Adapun sumber pendanaan ibu kota berasal dari APBN memaksimalkan kerja sama dengan skema badan usaha, pelaku usaha maupun BUMN. Jokowi memastikan pembiayaan ibu kota yang dari APBN hanya sebesar 19 persen dari Rp466 triliun.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Hujan Deras Guyur Pasirpengaraian, Upacara HUT ke-27 Kabupaten Rohul Sempat Tertunda

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Halaman Kantor…

19 jam ago

Pemkab Kepulauan Meranti Lelang Aset Daerah Senilai Rp1,91 Miliar

Pemkab Kepulauan Meranti melalui BPKAD kembali melelang barang milik daerah (BMD) senilai Rp1,91 miliar secara…

19 jam ago

LAM Riau Gelar Tepuk Tepung Tawar Sambut Kedatangan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…

2 hari ago

Momentum HUT ke-27 Kuansing, Tokoh Masyarakat Marwan Yohanis Minta Putus Mata Rantai Persoalan Hukum

Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…

2 hari ago

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

3 hari ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

4 hari ago