Categories: Nasional

Investor Bangun Pabrik Pengolahan Udang Rp45 Miliar

(RIAUPOS.CO) — Pemerintah Daerah (Pemda) Rokan Hilir (Rohil) menerima kedatangan sejumlah calon investor yang bergerak dibidang perikanan. Agenda ekspose dilaksanakan di Gedung Daerah Datuk Batu Hampar, Senin (9/9) di Bagansiapiapi.

Bupati Rohil H Suyatno AMp menyebutkan pihaknya menyambut baik kehadiran calon investor dan diharapkan dapat turut memberikan kontribusi untuk daerah.

“Pada dasarnya kami sambut baik asalkan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,” kata bupati.

Berbagai pihak turut hadir dalam pertemuan yang dilaksanakan tersebut. Baik dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Rohil, maupun dari instansi vertikal yang ada.

Salah satu investor Daniel menerangkan, pihaknya berencana untuk membuat perusahaan yang khusus bergerak di bidang perikanan dalam hal ini pengelolaan udang rebon atau dalam istilah setempat udang kecopai.

“Diharapkan dapat membantu peningkatan hidup masyarakat nelayan karena untuk penjualan tak tunggu waktu lama,. Kami terima udang yang masih basah tidak perlu proses perebusan atau pengeringan terlebih dahulu,” ujar Daniel usai ekspose bersama Pemda Rohil.

Untuk proses yang diperlukan tidak butuh waktu lama. Diperkirakan hanya setengah jam karena mengandalkan alat khusus. Sementara jika dari sistem tradisional selama ini proses pengolahannya lebih lama karena membutuhkan berbagai tahapan.

Untuk pabrik, lanjut dia, direncanakan dibangunan di laut dengan jarak sekitar dua mil dari Pulau Halang, Kecamatan Kubu Babussalam. Pihaknya telah berkeliling sejumlah daerah di tanah air dan di Rohil, tepatnya di Pulau Halang diperkirakan merupakan tempat yang sangat mendukung dan layak. Ia menyampaikan terimakasih atas respon pemerintah yang sangat baik dan mendukung.

“Pemkab sangat mendukung, kalau memang seluruh izin sudah oke, kami akan melaksanakan pembangunan pabriknya dengan waktu pembangunan sekitar setengah tahun. Dengan dana dibutuhkan Rp45 miliar,” katanya.

Untuk sasaran produksi, disamping memenuhi kebutuhan lokal juga berpotensi untuk ekspor ke negara Jepang, Korea, Tiongkok dan beberapa negara asia lainnya.(adv)
 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Program CKG Belum Diminati, Baru Setengah Juta Warga Riau Periksa Kesehatan Gratis

Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…

2 jam ago

Awas! Buaya “Beni” Kembali Muncul di Arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah

Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…

2 jam ago

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

22 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

23 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

3 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

3 hari ago