Menteri Siti Sebut Ketanggapan Pemerintah Menangani Karhutla
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengatakan dibawah pemerintahan presiden Jokowi sistem dan pola birokrasi lebih disiplin dan terstruktur. Ini dikarenakan presiden Jokowi adalah sosok pemimpin lapangan dan bukan tipe pemimpin yang hanya menerima laporan diatas meja kerja saja.
Salah satu yang dirasakan Siti adalah saat presiden Jokowi langsung memberikan intruksi mengatasi kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dibeberapa daerah di Sumatera Selatan Kalimantan Tengah termasuk Riau pada tahun 2015 lalu.
“Presiden langsung turun ke lapangan disamperin apinya diinjek gambutnya. Jadi adventurenya kuat sekali dan sambil di aksersse dan preventif pencegahan) kuat sekali, ” Menteri Siti saat menanggapi berbagai pertanyaan dari Hermawan Kartajaya dalam sebuah video yang ditayangkan di chanel youtube beberapa waktu lalu.
Siti melanjutkan, saat menangani kebakaran hutan dengan penyebab utama adalah lahan gambut. Langkah cepat yang diambil seorang presiden Jokowi adalah peningkatan kewaspadaan lahan gambut dengan dibentuknya Badan Restorasi Gambut (BRG). Ini salah satu faktor yang harus diikuti dan diteladani seluruh pembantunya dalam pemerintahan.
“Menurut saya menteri-menteri tidak bisa bermain aman dan harus turun lapangan dan harus mengerti teknik kalau tidak lewat,” pungkasnya.
Menteri LHK Siti Nurbaya menjelaskan bahwa Presiden Jokowi adalah tipe pemimpin lapangan. Salah satu yang paling dirasakan adalah saat Presiden langsung memberi instruksi-instruksi lapangan mengatasi kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2015.
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…