Categories: Nasional

Aprilia Manganang Idap Kelainan Alat Vital sejak Kecil, Sering Di-Bully

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sersan Dua (Serda) Aprilia Santini Manganang menjalani hidup sebagai seorang perempuan hingga usianya yang akan menginjak 29 tahun, bulan depan. Tentu kondisi ini tidak mudah bagi mantan atlet bola voli nasional ini. Kelainan hipospadia yang diidap sejak lahir membuat alat kelamin Manganang tidak sempurna. Bahkan, tenaga medis yang membantu kelahiran Mangang menetapkannya sebagai perempuan.

Atas kelainan tersebut, Manganang kerap kali menjadi korban perundungan. Ketidaksempurnaan itu kerap kali dipertanyakan oleh orang-orang di sekitarnya.

"Dia sering jadi objek bully. Ada saja yang sekarang pun nggak punya rem, apa yang dilihat langsung ditanyakan, sehingga Sersan Manganang cenderung menjauh,’’ kata KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa di Mabesad, Jakarta, Selasa (9/3).

Akibat perundungan itu, Manganang pun kerap menjauh dari pergaulan. Beruntung keadaan Manganang diketahui oleh pimpinan TNI AD. Sehingga dia bisa diberi tindakan medis untuk memulihkan jati diri aslinya. "Kami juga tidak ingin rekayasa, makanya kita gunakan mekanisme scientist. Cukup bagus fasilitas kesehatan kami, dari situ kami berangkat setelah ditemukan,’’ jelas Andika.

Sebelumnya, Serda Aprilia Santini Manganang dipastikan sebagai seorang laki-laki. Hal itu diketahui berdasarkan pemeriksaan medis pada Februari 2021 di Rumah Sakit Angkatan Darat Wolter Monginsidi, Manado, dan RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Hasil pemeriksaan menemukan adanya kelainan pada diri Manganang.

"Seseorang yang diberi nama Aprilia Manganang tidak seberuntung kita semua. Saat dilahirkan dia punya kelainan pada sistem reproduksinya, hipospadia,’’ kata KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa di Mabesad, Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Hipospadia adalah suatu kelainan yang dialami oleh bayi laki-laki. Di mana letak lubang kencing pada bayi tidak normal. Pada beberapa kasus ditemukan pula uretra berada di pertemuan antara batang penis dengan kantong buah zakar. Kelainan ini terjadi sejak lahir. Berdasarkan catatan medis, kondisi itu bisa menyerang 4 dari 1.000 bayi laki-laki yang lahir.

Kelainan hipospadia ini membuat alat vital Manganang berbentuk tidak sempurna. Karena lahir di pelosok, ditambah ayahnya, Akip Manganang hanya berprofesi sebagai buruh perkebumanan, dan ibunya Suryati hanya sebagai asisten rumah tangga, membuat kelainan yang diderita Manganang tidak disadari.

Akibatnya, Manganang dianggap lahir sebagai seorang perempuan, karena alat vitalnya lebih mirip perempuan dibanding pria. Namun, berdasarkan pemeriksaan ketat yang dilakukan di RSPAD, tidak ditemukan organ internal perempuan di tubuh Manganang. Dia hanya memiliki organ internal laki-laki.

’’Hormonal juga begitu, hormon normal, testosteronnya juga diukur sehingga secara faktual dan ilmiah kita yakin Manganang lebih miliki hormonal kategori normal laki-laki,’’ imbuh Andika.

Kendati demikian, Andika memastikan Manganang bukan seorang transgender. Namun, karena kelainan yang dideritanya, membuat orang tua tidak mengetahui jika Manganang seorang laki-laki. Sehingga selama ini dibesarkan sebagai seorang perempuan.

’’Bukan transgender bukan juga interseks, tidak masuk kategori itu semua. Dan tim dokter pun tahu,’’ tegas Andika.

 

Sumber: JawaPos.com
Editor: Eka G Putra

Share
Published by

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

19 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

19 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 hari ago