Categories: Nasional

Tak Takut Tertular, Orang Arab Ingin Menjadi Relawan di Wuhan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Wabah virus corona jenis baru di Wuhan dan China pada umumnya telah menimbulkan keprihatinan secara global. Maklum saja, setiap hari jumlah pasien yang terinfeksi bertambah. Bahkan, jumlah korban meninggal juga makin banyak.

Berdasar itu, demi kemanusiaan, sejumlah warga asing dari jazirah Arab beramai-ramai mendaftar sebagai tenaga sukarelawan di Wuhan. Mereka terdorong untuk membantu apa saja dan mereka tak takut tertular infeksi virus corona. Mereka adalah warga Arab yang memang tinggal di China dan bekerja di sana.

“Saya seorang dokter. Saya bisa berbicara bahasa Arab, Mandarin, dan Inggris. Saya bisa membantu merawat pasien, memberikan informasi, dan melakukan apa saja,” sebut Ali Wari, warga negara Palestina, yang tinggal di Wuhan, Ahad (9/2).

Ali Wari bersama teman-temannya dari negara Arab sedang menunggu izin dari pemerintah lokal agar mereka bisa menjadi tenaga sukarelawan. Pria yang bekerja di perusahaan teknologi informasi di kota yang menjadi episentrum 2019-nCoV itu menggalang dukungan dengan membuat grup Wechat.

Grup Wechat yang diberi nama “Wuhan 2019-nCoV” itu memiliki anggota sekitar 480 orang dari negara-negara Arab yang kebanyakan bekerja di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei. “Awalnya, saya menerjemahkan dan menyebarkan informasi mengenai virus Korona ini. Lalu banyak yang bergabung dalam grup,” ucap Ali Wari dikutip media resmi setempat.

Beberapa pekan yang lalu, Ali Wari menerjemahkan dan menyebarkan informasi-informasi penting mengenai virus corona jenis baru itu, termasuk langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah setempat. “Saya yakin virus ini bisa dikendalikan. Tapi banyak pelajar muda yang panik meskipun pihak kampus sudah berusaha semaksimal mungkin. Oleh sebab itu, saya akan menenangkan mereka seperti halnya seorang kakak,” ujarnya.

Sementara itu, Mohamad Khotib yang juga berasal dari Palestina meminta izin dari keluarganya untuk bergabung dengan Wari. “Saya yakin ada solusi mengatasi wabah virus corona ini. Kami harus bekerja keras dan tidak kenal kata menyerah,” tegasnya.

Berbeda halnya dengan Mohamad Asaad, calon doktor dari Mesir. Dia mengaku sudah telanjur cinta dengan Kota Wuhan. Berdasar itu, dia tergerak untuk membantu warga Wuhan.

“Saya sedih melihat kota yang gemerlap ini. Sekarang saatnya mendukung dan saling bekerja dengan baik. Karena itu, saya sebagai relawan telah mendarmabaktikan diri dan mendukung kawan-kawan saya dari China untuk mengatasi masa-masa yang sulit ini,” sebutnya.

Dengan mengatasnamakan warga Arab, Ali Wari telah mengajukan permohonan kepada Kantor Urusan Luar Negeri (FAO) Kota Wuhan agar diizinkan menjadi tenaga sukarelawan. “Saya ingin membantu apa yang bisa saya lakukan. Kami tinggal di Wuhan, makanya saya cinta kota ini,” pungkas Ali Wari seperti dikutip dari Xinhua.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Aktivitas Tambang Ilegal Dibongkar, Lima Rakit PETI Dibakar Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan PETI di areal PT KTBM dan memusnahkan lima rakit tambang ilegal…

14 jam ago

Bengkalis Usulkan 5 Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi, Kecamatan Ini Jadi Sorotan

Pemkab Bengkalis mengusulkan lima lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan konsep pendidikan terpadu bertaraf internasional.

14 jam ago

Keluhan Warga Meningkat, Wabup Rohul Minta PLN Benahi Pasokan Listrik

Wabup Rohul meninjau UPTD PAB Ujungbatu dan meminta PLN segera menstabilkan pasokan listrik demi layanan…

14 jam ago

3.000 Peserta dan 12 Mobil Hias Semarakkan Pawai Waisak di Pekanbaru

Pawai Waisak di Pekanbaru berlangsung meriah dengan 3.000 peserta dan 12 mobil hias meski sempat…

17 jam ago

Kasus Sadis Sopir Truk Minyakita di Pekanbaru Terungkap, Rekan Kerja Jadi Otak Pelaku

Polisi mengungkap kasus pembunuhan sopir truk Minyakita di Pekanbaru. Rekan kerja korban diduga menjadi otak…

17 jam ago

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

2 hari ago