Categories: Nasional

Pasutri Penemu Vaksin Covid-19 Siapkan Varian Lain

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sejumlah peneliti mengungkapkan kekhawatiran mereka pada vaksin Covid-19 akan tidak efektif untuk melawan virus strain jenis baru, B117, yang ditemukan di Inggris. Menjawab kekhawatiran para peneliti, pihak vaksin yang manjur dari Pfizer-BioNtech temuan pasangan peneliti dr Ozlem Tureci dan dr Ugur Sahin itu memastikan kandungan vaksin mereka masih bisa dimodifikasi.

"Dapat dengan cepat dimodifikasi jika virus bermutasi lebih jauh dan vaksin tidak lagi efektif melawannya," kata kepala strategi dan direktur pelaksana BioNTech Ryan Richardson seperti dilansir dari Straits Times, Ahad (10/1).

Namun, saat ini, studi pendahuluan telah menunjukkan bahwa vaksin itu tampaknya efektif melawan jenis virus corona yang lebih menular yang muncul di Inggris dan Afrika Selatan. "Teknologi ini sangat cocok untuk modifikasi cepat," kata Richardson, mengacu pada platform messenger RNA yang menjadi metode vaksin.

"Dalam beberapa pekan, kami akan mampu memproduksi varian vaksin baru untuk mengatasi strain baru," katanya.

Richardson mengatakan selama wawancara pekan lalu bahwa ada risiko varian masa depan dapat menantang keefektifan vaksin, namun ini adalah sesuatu yang diawasi dengan ketat.

"(Mengadaptasi vaksin) adalah sesuatu yang dalam jangka panjang akan menjadi bagian penting untuk tetap berada di atas Covid-19 dan memastikan bahwa mutasi tidak membawa kita mundur," katanya.

Dosis akan dicicil didistribusikan ke seluruh dunia. Dia menambahkan bahwa BioNTech dan Pfizer sedang bekerja untuk meningkatkan kapasitas.

"Jadi saya harapkan kapasitas pasokan kita terus meningkat sepanjang semester I tahun ini," ujarnya.

Salah satu pendiri BioNTech, Ugur Sahin, juga mengatakan pada konferensi pers bulan lalu bahwa vaksinnya dapat diadaptasi dalam enam pekan. Mutasi pada virus mengacu pada perubahan acak dalam urutan genetiknya. Perubahan ini dapat diperkenalkan saat virus mereplikasi, mirip dengan bagaimana kesalahan ketik diperkenalkan saat teks disalin dan ditempel.

Vaksin Messenger RNA seperti yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna melibatkan penyuntikan potongan rangkaian genetik virus ke dalam tubuh untuk memicu respons imun. "Pada prinsipnya, keindahan dari teknologi messenger adalah bahwa kami dapat langsung mulai merekayasa vaksin yang sepenuhnya meniru mutasi baru ini. Kami dapat memberikan vaksin baru dalam enam pekan," kata Sahin bulan lalu.

Jaminan mereka datang ketika negara-negara berjuang untuk menahan wabah dari jenis virus corona yang lebih menular yang muncul di Afrika Selatan dan Inggris. Menurut studi pendahuluan oleh Pfizer dan University of Texas Medical Branch yang diterbitkan di situs pra-cetak bioRxiv pada hari Kamis, vaksin tersebut tampaknya efektif melawan keduanya.

Vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech jiga sudah digunakan di Singapura sejauh ini. Singapura menjadi negara pertama di Asia yang menerima dosis tersebut.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

2 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

2 hari ago

Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Kampar Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…

2 hari ago

Pengendara Wajib Tahu! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Resmi Berubah

Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…

2 hari ago

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

3 hari ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

3 hari ago