Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus didesak oleh rakyat supaya bisa menerbitkan Perppu KPK untuk membatalkan UU KPK yang baru disahkan DPR. Banyak pihak menilai UU tersebut bakal melemahkan kinerja KPK.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menyarankan supaya beberapa pasal yang menuai pro dan kontra di dalam revisi UU KPK dibahas ulang secara mendalam terlebih dahulu.
Fadel menilai, Jokowi saat ini sedang berada di situasi sulit. Pasalnya, para partai koalisi Jokowi tidak akan setuju Perppu tersebut diterbitkan.
“Memang sulit, tidak mudah buat presiden untuk memberanikan diri mengeluarkan Perppu pada kondisi keadaan seperti sekarang,” tuturnya, Rabu (9/10).
Fadel mengatakan, posisi Jokowi juga semakin serba salah karena pelantikannya bersama Ma’ruf Amin sebagai kepala negara hanya tinggal menghitung hari. Oleh karena itu, menurut Fadel, sebaiknya Jokowi mempertimbangkan dengan melakukan banyak kajian terkait Perppu.
“Saya pikir diendapkan dan dibahas lagi di beberapa sektor. Lihat permasalahan ini supaya menjadi lebih baik,” ujar Fadel.
Bagi Fadel, jalan terbaik adalah menempuh jalur hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK), bukan mengeluarkan Perppu walaupun itu kewenangan prerogatif presiden. Apalagi, ia sudah banyak mendengar informasi adanya kelompok masyarakat yang bakal mengajukan judicial review. “Kalau ada yang mengajukan ke MK, ya sudah kita menunggu perkembangan tersebut,” sebutnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
Kasus dugaan SPPD fiktif dan makan minum Setwan Pekanbaru masih disidik. Lebih 100 saksi diperiksa…
Sebanyak 101 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di Kepulauan Meranti, namun hingga Agustus 2026 belum…
Jonatan Christie menang atas Matthias Kicklitz di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Rehan/Gloria juga melaju setelah…
RAPP mendukung Pacu Jalur Nasional 2026 di Kuansing dengan total Rp350 juta, termasuk bantuan kebersihan…
Pemko Pekanbaru memperbaiki Jalan Teratai sepanjang 783 meter sekaligus membenahi drainase tersumbat untuk mengurangi genangan…
Unri mengenalkan Smart Posyandu kepada 35 kader dari 18 posyandu di Pandau Jaya untuk mendukung…