Categories: Nasional

Saudi Kembali Buka Pintu Umrah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Arab Saudi mulai menerbitkan visa umrah untuk musim penyelenggaraan 1443 Hijriyah. Rencananya ibadah umrah dimulai besok (10/8). Sayangnya Indonesia masih masuk dalam dalam daftar negara yang terkena suspend. Sehingga belum bisa mengirimkan jamaah umrah.

Kabar keluarnya visa umrah tersebut dibenarkan oleh Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali. Dia mengatakan sampai saat ini Indonesia masih suspend untuk masuk ke Arab Saudi. "In sya Allah hari Selasa (besok, red) saya dan Pak Konjen (Konjen RI Di Jeddah) akan bertemu dengan Deputi Umrah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi," katanya, kemarin (8/8).

Dalam pertemuan itu, Endang mengatakan pembahasannya soal penyelenggaraan umrah. Pemerintah Indonesia tetap berharap dibuka kesempatan bagi warga Indonesia bisa terbang ke Saudi untuk menyelenggarakan ibadah umrah. Seperti diketahui penyelenggaraan pengiriman jamaah umrah praktis berhenti sejak setahun lebih. Di akhir 2020 lalu sempat ada pengiriman jamaah umrah di tengah pandemi Covid-19, tetapi tidak berlangsung lama.

Sebelumnya kabar keluarnya visa umrah diumumkan oleh Wakil Sekjen Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) Adjie Mubarok. Dia mendapatkan tangkapan layar visa umrah online untuk warga negara Irak. "Mari kita berdoa untuk jamaah Indonesia segera bisa berangkat umrah juga," katanya.

Adjie mengatakan visa umrah mulai diterbitkan Pemerintah Saudi sejak 7 Agustus lalu. Sementara pemberangkatan umrah dimulai pada 10 Agustus besok. Dia mengaku bahagia dan senang menerima kabar keluarnya visa umrah tersebut. Apalagi Arab Saudi tidak memberlakukan pembatasan kuota umrah seperti tahun sebelumnya.

Kemudian Saudi mengeluarkan pengumuman seluruh jamaah di atas usia 18 tahun bisa berangkat Umrah. "Asalkan sudah memenuhi prosedur kesehatan yang telah ditetapkan," tuturnya. Menurut dia kebijakan baru penyelenggaraan umrah di tengah pandemi itu, bisa menghapus rasa rindu umat Islam untuk beribadah di Masjidilharam.

"Tetapi berita ini memberikan rasa haru untuk kami, para jamaah Indonesia yang harus bersabar untuk mengunjungi tanah suci," jelasnya. Sebab Indonesia masih masuk dalam daftar negara yang tidak diizinkan masuk ke Saudi. Adjie mengatakan masih ada harapan bagi jamaah dari Indonesia untuk menjalankan ibadah umrah di tengah pandemi Covid-19.

Sementara itu Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Khoirizi H Dasir mengatakan mereka bersama asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) bersepakat memprioritaskan penanganan Covid-19 terlebih dahulu. "Sambil menunggu regulasi teknis penyelenggaraan ibadah umrah secara resmi dari Saudi," katanya.

Khoirizi mengatakan upaya diplomasi, lobi-lobi, atau komunikasi terkait penyelenggaraan umrah terus dilakukan oleh pemerintah. Baik itu oleh Kemenag maupun Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Dia mengingatkan bahwa saat ini semua negara sedang berkonsentrasi menangani pandemi Covid-19 di negara masing-masing.

Di dalam pertemuan dengan PPIU dan kementerian lainnya itu, di antaranya membahas soal ketentuan wajib transit di negara ketiga. Misalnya jamaah terbang dari Indonesia, wajib transit ke negara ketiga seperti Singapura atau lainnya. Negara ketiga ini adalah negara yang diperbolehkan terbang langsung ke Arab Saudi.

Direktur Angkutan Udara Kemenhub Maria Kristi Endah Murni menyampaikan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, sebaiknya penerbangan jamaah umrah menggunakan penerbangan langsung (direct flight). Jadi tidak perlu transit ke negara ketiga. "Ikut saja skema yang sudah tertuang dalam KMA 719/2020 tentang penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi Covid-19," katanya. Penggunaan penerbangan langsung ke Saudi lebih mudah pengendaliannya daripada harus transit dahulu ke negara ketiga.(wan/jpg)

 

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

6.000 Liter Formula X-Fire Dikirim Polri untuk Atasi Karhutla Pelalawan

Polri menguji Formula X-Fire untuk menangani Karhutla di lahan gambut Pelalawan dengan dukungan 6.000 liter…

6 jam ago

Sembunyi di Parit, Terduga Pengedar Sabu di Kampa Dibekuk Polisi

Terduga pengedar sabu MA (26) dibekuk polisi saat bersembunyi di parit di Kampa. Petugas mengamankan…

6 jam ago

Kemiskinan Pekanbaru Ditarget Turun dari 3,1 Persen Jadi 2 Persen dalam Tiga Tahun

Pemko Pekanbaru menargetkan angka kemiskinan turun dari 3,1 persen menjadi 2 persen dalam tiga tahun…

6 jam ago

Tender Batal, Pembangunan Pasar Tembilahan Rp19,9 Miliar Kembali Tertunda

Tender proyek pembangunan Pasar Tembilahan senilai sekitar Rp19,9 miliar batal. Pemkab Inhil mempertimbangkan pelaksanaan pembangunan…

6 jam ago

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

2 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

2 hari ago