Categories: Nasional

Populasi Sapi Indonesia Terancam, Ini Penyebabnya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Indonesia terancam mengalami penurunan populasi sapi karena berkurangnya impor dari Australia. Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, menilai hal tersebut lantaran produksi dalam negeri belum bisa mengimbangi peningkatan konsumsi.

Dengan permintaan yang tinggi, pemotongan sapi produktif atau sapi betina di dalam negeri juga akan meningkat. Ujung-ujungnya, peternakan di Indonesia akan sulit mendapatkan bibit sapi baru untuk dibesarkan.

"Dalam jangka pendek saya kira memang harus ada upaya mengisi kekurangan sapi dari Australia segera, apa pun konsekuensinya. Termasuk harganya barangkali akan sangat mahal," ujarnya dalam webinar yang digelar Cattle Buffalo Club, Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Menurut Khudori, selain mencari alternatif impor lain selain Australia, dalam jangka pendek pemerintah juga diharapkan tak membuat kebijakan yang melawan mekanisme pasar dan membuat pelaku usaha merugi.

Sementara dalam jangka menengah panjang, pemerintah harus mentransformasi struktur usaha di Indonesia yang masih bergantung pada peternak kecil menjadi peternak berorientasi bisnis.

Strategi lainnya adalah mengembangkan peternakan peternakan sapi potong terutama dari rumah breeding lokal.

Ini bisa dilakukan dengan pemanfaatan eks lahan tambang dan integrasi sawit-sapi. Ia menyebutkan jumlah lahan kebun sawit Indonesia yang mencapai 16 juta hektar memiliki potensi breeding farm yang besar.

"Potensinya bisa mencapai 16 juta induk sapi betina dengan potensi 16 juta pedet atau anakan sapi," jelasnya.

Hal serupa diungkapkan Ketua Umum Komunitas Sapi Indonesia (KSI) Budi Yono. Menurutnya, saat ini Indonesia tak memiliki rumah breeding atau pembibitan sapi yang mampu menghasilkan sapi bakalan.

"Pengembangan rumah breeding di Kalimantan, di Sumatera sudah dimulai, tapi belum bisa memenuhi bakalan di Jawa. Malah mereka mengambil bakalan dari Jawa," jelasnya.

Jika hal ini terus dibiarkan tanpa solusi, kata Budi Yono, Indonesia tak akan bisa mencapai swasembada daging melainkan mengalami defisit berkepanjangan.

"Kita ini tidak ada industri breeding yang bisa mencakup atau membuat populasi sapi bertambah baik. Kita tidak mungkin swasembada kalau enggak ada industri breeding dari mana sumber sapinya," jelas Budi.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Mulai Oktober 2026, BI Bebaskan MDR QRIS 0 Persen untuk Semua Pedagang

BI memperluas MDR QRIS 0 persen mulai 1 Oktober 2026. Merchant kecil hingga besar bebas…

4 jam ago

Pemko Pekanbaru Kejar Proyek Jalan Lingkar dan Jembatan Siak V, Ini Alasannya

Pemko Pekanbaru mendorong percepatan Jalan Lingkar dan Jembatan Siak V untuk memperkuat konektivitas serta membuka…

6 jam ago

Bendera Merah Putih 2 Kilometer Membentang di Arena Pacu Jalur Teluk Kuantan

Bendera Merah Putih sepanjang 2 kilometer dibentangkan di Tepian Narosa Teluk Kuantan untuk menyemarakkan Pacu…

6 jam ago

19 Pesepeda Rumbai Gowes Club Siap Taklukkan Riau Pos Gowes Merdeka 2026

Rumbai Gowes Club membawa 19 peserta dalam Riau Pos Gowes Merdeka 2026 pada 30 Agustus.…

8 jam ago

IPDN Buka Seleksi Calon Praja 2026, Anak Meranti Diminta Siapkan Dokumen dari Sekarang

SPCP IPDN 2026 dibuka 18-30 Agustus. Putra-putri Meranti bisa mendaftar dengan memenuhi syarat usia, pendidikan,…

8 jam ago

10.987 Napi di Riau Dapat Remisi Kemerdekaan, 185 Langsung Bebas

Sebanyak 10.987 napi di Riau mendapat remisi Kemerdekaan. Dari jumlah itu, 185 napi menerima Remisi…

9 jam ago