Categories: Nasional

Penularan Melandai, Orang Tanpa Gejala Masih Jadi Ancaman

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Penyebaran dan penularan Covid-19 di Pekanbaru dalam dua pekan terakhir melandai. Namun, penambahan satu pasien terkonfirmasi positif baru-baru ini yang tidak termasuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP) menunjukkan ancaman Covid-19 masih ada di tengah masyarakat dalam bentuk orang tanpa gejala (OTG).

Penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Pekanbaru terjadi Sabtu (6/6) alu. Pasien ini berinisial HW (48), seorang warga Kabupaten Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang sedang berkunjung Riau. Kasus ini membuat pasien positif di Riau menjadi 118 dan di Pekanbaru menjadi 41. HW terdeteksi positif Covid-19 setelah melakukan tes swab mandiri untuk keperluan perjalanan kembali ke Kepri.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru dr Mulyadi SpBP mengatakan, HW termasuk OTG karena sebelumnya memang belum pernah menjalani perawatan terkait Covid-19.

"Dia OTG," kata Mulyadi saat dikonfirmasi, Senin (8/6).

Seperti apa latar belakang dan kondisi penularan yang dialami HW, Mulyadi menyebut masih dilakukan pendalaman.

"Tentu kami dalami dulu. Informasi belum dalam, masih informasi sementara. Siapa tahu dia sehari di sini besok di sana. Bisa kami koreksi kalau kami sudah banyak wawancara. Kami selidiki," imbuhnya.

Di Pekanbaru, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sudah diterapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga tiga kali berturut-turut. Selama sebulan setengah sejak pertengahan April, pada dasarnya terjadi penurunan penularan. Bahkan, dalam dua pekan terakhir tidak terjadi penambahan dan dalam empat hari terakhir sebelum HW positif, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat sudah tidak ada.

Dirincikan, saat pra PSBB yakni dari 23 Maret hingga 16 April, terdapat 17 kasus positif. Kemudian, pada PSBB tahap I dari 17 sampai 30 April, bertambah empat kasus positif. Lalu, pada PSBB tahap II, 1-14 Mei ada penambahan 18 kasus positif. Dan di PSBB tahap III yang diberlakukan dari 15 hingga 28 Mei, terdapat satu penambahan kasus positif.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 8 Juni 2020, di Pekanbaru terdata 5.973 orang dalam pemantauan (ODP). Ini dengan rincian, 244 dalam pemantauan dan 5.729 selesai pemantauan. Sementara itu, ada total 620 PDP. Dengan rincian, 28 masih dirawat, 66 meninggal dan 526 sehat. Terakhir, ada 41 pasien terkonfirmasi positif. Ini satu orang masih dirawat, empat meninggal dan 36 sembuh.

HW sebagai pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang merupakan OTG karena sebelumnya tak termasuk dalam PDP, ditangani sama dengan pasien positif lainnya.

"Kami lakukan kontak tracing, dilacak. Dari kontak ini kita lihat sumber penularan beliau dari mana. Ini juga dilakukan pemeriksaan laboratorium, PCR sampai hasilnya dua kali negatif. Prosedur standar, sama semua pasien positif," terang pria yang juga merupakan Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru ini.

Kondisi HW yang tak menunjukkan gejala namun ternyata positif Covid-19 menunjukkan bahwa di tengah masyarakat potensi masih ada orang yang positif Covid-19 namun belum terlacak. Mulyadi saat ditanyakan hal ini, menyebut dari setiap penambahan kasus positif, dilakukan penelitian epidemiologi (PE).

"Itu kan dalam rangka PE kami lacak dari mana sumbernya. Saya dengar dia ada ke Padang juga, makanya di-tracing. Sekarang sumber (penularan, red) sedang dilacak Dinas Kesehatan," ungkapnya.

Tak ditampiknya, meski penularan Covid-19 di Pekanbaru sudah melandai, OTG masih menjadi ancaman di tengah masyarakat untuk menularkan kasus positif baru.

"Betul, kita kan belum tahu ini apakah OTG impor atau lokal. Kalau saya berpikiran terburuk saja, kita anggap itu lokal," tegasnya.

Ini perlu, kata dia, agar semua masyarakat waspada bahwa ancaman Covid-19 masih ada. "Supaya kita waspada, bahwa masih ada ancaman di sekitar kita yang bisa menularkan penyakit ke masyarakat. Supaya masyarakat juga waspada," tambahnya.

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

8 jam ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

8 jam ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

8 jam ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

11 jam ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

24 jam ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

1 hari ago