Categories: Nasional

Dokter Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh di Dumai

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Kabar baik datang dari Dumai. Satu lagi pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang. Hal itu menyusul dua hasil swab negatif yang diterima tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk pasien berinisial ME, yang merupakan pasien ketiga di Kota Dumai.

Pasien ME dinyatakan sembuh setelah 22 hari dinyatakan positif Covid-19. ME sendiri merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Kesehatan Kota Dumai dan berprofesi sebagai dokter.

Dengan demikian sudah ada empat pasien positif Covi-19 di Kota Dumai yang dinyatakan sembuh. "Alhamdulillah, ini kabar baik bagi kita semua," terang Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai, dr Syaiful, Jumat (8/5).

 Ia mengatakan, ME awalnya dinyatakan positif melalui hasil rapid test kemudian diperkuat dengan hasil swab test pasien positif. "Hari ini (kemarin, red) ME sudah boleh pulang," terangnya.

Mantan Direktur RSUD Kota Dumai ini mengatakan, pasien ME memang memiliki riwayat perjalanan ke Batam, namun dari hasil epidemiologi terakhir kemungkinan ME terpapar di Batam menjadi bias. Pasalnya dalam perjalanan di Batam ME tidak diketahui berkontak dengan pasien positif. "Terakhir kami berpendapat jika ME terpapar di kegiatan Nakes Teladan, namun ini baru hipotesa sementara," terangnya.

Ia mengatakan, untuk suami ME berinisial RN saat ini masih dirawat di RSUD Kota Dumai. "Masih menunggu hasil swab terakhir," tuturnya.

Ia berharap  dengan adanya pasien Covid-19 yang sembuh, bisa memotivasi pasien positif lainnya untuk tetap semangat, sehingga pasien lainnya bisa segera sembuh. "Jadi saat ini total yang sembuh ada empat pasien, 11 orang dirawat," tuturnya.

Selain itu, ia juga membantah terkait adanya isu pasien 01 berinisial SA yang fiktif. Karena memang pasien  01 masih positif dari hasil swab terakhir. "Kami menyampaikan kondisi pasien 01  berinisial SA sudah mulai membaik, namun hasil swab test terakhir pasien tersebut masih positif. Sehingga pasien 01 klaster Bogor belum diperbolehkan pulang sebelum dua kali negatif swab test," tuturnya.

Syaiful mengatakan, dalam perawatan banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk imunnya masih rendah sebab pasien 01 terbilang sudah berumur.(ade)

Laporan: HASANAL BULKIAH (Dumai)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Harmoni Imlek di Kebun PTPN: Toleransi Tumbuh di Tengah Rutinitas Panen

Kisah Akiong dan Tony di PTPN IV Regional III menunjukkan harmoni etnis tumbuh alami di…

18 jam ago

Buka Puasa Makin Seru! Kala Iftar di Hotel Dafam Cuma Rp109 Ribu

Hotel Dafam Pekanbaru hadirkan promo “Kala Iftar” Rp109 ribu per orang. Nikmati menu nusantara hingga…

18 jam ago

Sikat Gigi dan Berkumur di Siang Hari Ramadan

Saya seorang wanita dan juga seorang pekerja. Saya ingin bertanya, bagaimana hukum sikat gigi atau…

21 jam ago

Lapas Bengkalis Turun Tangan, Siapkan Masjid Nyaman untuk Tarawih

Lapas Bengkalis gelar kerja bakti bersihkan Masjid Nurus’saadah jelang Ramadan agar jamaah lebih nyaman beribadah.

21 jam ago

Transaksi Ritel Ditargetkan Tembus Rp50 Triliun

Transaksi ritel Lebaran 2026 ditargetkan tembus Rp50 triliun lewat program BINA dan dorongan belanja masyarakat…

21 jam ago

Wabup Rohul Pimpin Pelepasan Jenazah Kades Lubuk Napal

Wabup Rohul pimpin pelepasan jenazah H Syofyan, Kades Lubuk Napal. Suasana haru iringi prosesi penghormatan…

22 jam ago