Categories: Nasional

Saat Parkir Mobil, Setir Wajib Lurus, Mitos Atau Fakta?

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sudah sejak lama beredar anggapan bahwa ketika mobil dalam kondisi terparkir, setir atau roda kemudi diwajibkan untuk tetap dalam posisi lurus. Anggapan tersebut tetap ada hingga kini meski kondisi setir mobil sudah semakin canggih.

Lantas, soal memarkir mobil dan kewajiban memposisikan setir dalam posisi lurus apakah harus dilakukan? Jawabannya tergantung. Tergantung seperti apa jenis mobil yang digunakan.

Soal setir mobil dan mitos memposisikan dalam keadaan lurus agar tetap awet dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama, sebagaimana dilansir JawaPos.com dari laman Suzuki, Sabtu (7/12), jawabannya tergantung pada jenis setir yang bersangkutan.

Mungkin ada yang mengira parkir mobil dengan posisi setir yang lurus cuma untuk alasan estetika. Padahal meluruskan setir ketika parkir sesuai garis adalah salah satu hal yang harus dilakukan supaya komponen power steering menjadi lebih awet.

Khususnya untuk mobil yang dilengkapi dengan power steering model hidraulik (menggunakan minyak). Pemilik mobil jenis ini wajib hukumnya untuk meluruskan setir mobil ketika parkir.

Power steering hidraulik bekerja memakai cairan minyak atau oli yang menghasilkan tekanan pada rack steer. Tekanan inilah yang berfungsi meringankan beban kerja tangan ketika memutar setir untuk membelokkan ban.

Saat ban sedang dibelokkan pada satu sisi, maka tumpuan beban tekanan oli power steering akan berada pada salah satu bagian. Ketika kondisi mesin mati, oli akan terus tertekan dan tidak bersirkulasi.

Apa efek buruk tidak meluruskan setir?

Efek jangka panjang parkir tidak meluruskan setir adalah seal dan jalur oli tidak akan bisa lagi menahan beban dan sewaktu-waktu bisa jebol. Saat oli power steering bocor, setir akan terasa lebih berat ketika dibelokkan.

Akan tetapi, gejala berbeda tidak ditemukan pada mobil yang sudah dilengkapi dengan electric power steering (EPS). Kenapa? Karena EPS mengandalkan motor elektrik untuk memberi tekanan pada rack steer.

Tak seperti power steering hidraulis yang mengandalkan oli, motor elektrik pada EPS mendapat tenaga listrik dari perintah ECU yang bekerja mengikuti putaran mesin.

Parkir dengan posisi ban lurus atau miring tidak berpengaruh pada mobil dengan EPS. Sebab saat mesin mati, tidak ada penyaluran tenaga ke ECU atau perangkat elektrikal lainnya.

Ini artinya, meski parkir dalam keadaan ban berbelok, motor elektrik pada sistem EPS tidak mendapat asupan energi listrik. Hal inilah yang membuatnya tidak terbebani, seperti halnya pada power steering jenis hidraulis.

Jadi soal memarkir mobil dan kewajiban memposisikan setir dalam posisi lurus, hal tersebut merupakan fakta bagi mobil dengan mekanisme setir dengan power steering hidraulik. Sementara untuk pengguna mobil yang sudah menggunakan mekanisme EPS, hal tersebut tidak berlaku.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

PTPN IV Juara! Turnamen Tenis Regional III 2026 Ditutup Meriah

Turnamen Tenis Piala PTPN IV 2026 di Pekanbaru berakhir meriah, diikuti ratusan peserta dan jadi…

18 jam ago

Kendalikan Harga, Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar di Pekanbaru

Pemprov Riau gelar pasar murah di Pekanbaru dan Kampar untuk jaga harga dan stok bahan…

18 jam ago

Hati-Hati! Lubang di Flyover Sudirman Ancam Pengendara

Lubang di flyover Sudirman Pekanbaru membahayakan pengendara dan berisiko picu kecelakaan, warga minta segera diperbaiki.

18 jam ago

TKA SD Dimulai! 19.709 Murid Pekanbaru Ujian Berbasis Komputer

Sebanyak 19.709 siswa SD di Pekanbaru mengikuti TKA yang digelar bertahap di 311 sekolah dengan…

19 jam ago

Investasi Rp300 Miliar Masuk Siak, Ratusan Warga Siap Direkrut

Galangan kapal PT MNS di Siak mulai dibangun dengan investasi Rp300 miliar dan diperkirakan menyerap…

19 jam ago

438 CJH Pekanbaru Siap Berangkat, Wako Agung Bakal Lepas Kloter Perdana Jemaah Haji

Sebanyak 438 CJH Pekanbaru diberangkatkan 23 April 2026. Wako Agung Nugroho lepas langsung, jemaah lebih…

20 jam ago