Categories: Nasional

Indonesia Masuk Tahap Ekspansi e-Commerce

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Industri niaga elektronik atau biasa disebut e-commerce secara global masih dikuasai oleh regional Asia Timur. Tiga negara di wilayah tersebut menyumbang nilai konsumsi e-commerce terbesar, baik di Asia Pasifik maupun seluruh dunia.

Managing Director, Global E-Commerce, AnyMind Group Akinori Kubo mengatakan, peran Asia Timur bagi industri global tak bisa diingkari. Merujuk survei Euromonitor Internasional, negara Cina, Jepang, dan Korea Selatan menyerap 87 persen dari nilai penjualan e-commerce. ”Secara global, nilai e-commerce tiga negara tersebut juga menyerap 40 persen,” ujar Kubo dalam keterangannya, kemarin (7/10).

Dia mengatakan, perkiraan ukuran pasar dari tiga negara tersebut mencapai 4,2 triliun dolar AS. Namun, ketiga negara tersebut punya tren yang berbeda. Di Cina, konsumen terbiasa dengan perbandingan harga. Sehingga, pembelian dari konsumen e-commerce biasanya didorong oleh diskon dari brand.

Di sisi lain, konsumen Jepang justru menghargai benefit dari loyalitas mereka. Karena itu, mereka biasanya bakal terdorong belanja sambil mengumpulkan poin. ”Sebagai contoh, Rakuten Group di Jepang telah membentuk ekosistem Rakuten dengan tingkat loyalitas konsumen yang tinggi,” ungkapnya.

Pasar Korea Selatan juga berbeda. Penjualan e-commerce di negara tersebut didominasi oleh platform e-commerce lokal. Mereka punya pikiran yang sempit sehingga susah berganti, baik soal brand maupun soal platform e-commerce. Di sisi lain, konsumen di Taiwan sangat menyukai gratis ongkos kirim. Mereka bahkan rela untuk membeli barang lebih banyak untuk bisa mencapai batas ongkos kirim.

Platform favorit di negara masing-masing pun berbeda. Secara umum, model usaha omni-channel, mobile-first, dan social commerce menjadi fokus utama. Misalnya, pasar e-commerce di Jepang dan Taiwan yang masih mengandalkan jaringan ritel fisik. Brand pun biasanya merancang situs toko resmi meski sudah masuk ke platform e-commerce.

Hal itu berbeda dengan platform e-commerce di Cina yang menjadi lebih bebas. Di negara tersebut, potensi social commerce justru berkempang pesat. Sehingga membuat konsumen bisa belanja berbagai barang tanpa harus keluar dari halaman media sosial.

Anymind sebelumnya sudah meluncurkan studi e-commerce Asia Tenggara. Dia mengatakan, ekonomi digital di Asia tenggara bisa mencapai 330 miliar dolar AS pada 2025. Sementara, nilai e-commerce di Indonesia diproyeksikan mencapai 86,1 miliar dolar AS pada 2028. ”Pada 2022, nilai penjualan e-commerce Indonesia sendiri menyerap 52 persen dari total industri di Asia Tenggara,” imbuhnya.

Indonesia dianggap sudah masuk dalam tahap ekspansi bersama industri di Malaysia dan Thailand. Sedangkan, Filipina dan Vietnam masih dalam tahap industri berkembang. Satu-satunya yang sudah matang adalah Singapura.

Di Indonesia, sudah terjadi integrasi antara belanja online dan offline di banyak platform e-commerce. Karena itu, perilaku konsumen kini mulai mencari kenyamanan dengan fitur kurir sehari sampai atau mencari toko yang dekat dengan lokasi mereka. ”Secara garis besar, konsumen e-commerce di Asia Tenggara memang berfokus pada platform di ponsel yang lebih fokus pada personalisasi tiap konsumen. Namun, memang ada beberapa perbedaan dalam preferensi di setiap negara,” ungkapnya.(rul)

Laporan JPG, Jakarta

Redaksi

Recent Posts

Polres Bengkalis Musnahkan 8,2 Kg Sabu dan 5.005 Pil Ekstasi

Polres Bengkalis memusnahkan 8,2 kg lebih sabu dan 5.005 pil ekstasi. Hingga Juli 2026, polisi…

12 jam ago

Harga TBS Sawit Riau Periode 29 Juli-4 Agustus 2026 Naik, Ini Besarannya

Harga TBS sawit mitra plasma Riau naik menjadi Rp3.985,26 per kg untuk periode 29 Juli-4…

12 jam ago

Kafe A Tak Berizin dan Sudah Tiga Kali Ditegur, Satpol PP Kuansing Siapkan Langkah Tegas

Razia pekat di Kuansing mengamankan dua LC dan minuman alkohol. Kafe A yang tak berizin…

13 jam ago

Polisi Temukan 8 Paket Sabu, Residivis Narkoba Kabur dengan Tangan Terborgol

Pria di Siak yang kedapatan membawa 8 paket sabu kabur ke semak dan kebun sawit…

13 jam ago

Waspada DBD! Kasus di Kuansing Melonjak, 100 Warga Terserang pada Mei

Sebanyak 251 kasus DBD tercatat di Kuansing dalam enam bulan 2026. Warga diminta waspada dan…

14 jam ago

Riau Pos-HSBL 2026 Series Dumai Dimulai, 12 Tim Pelajar Berebut Jadi yang Terbaik

Riau Pos-HSBL 2026 memasuki series Dumai pada 29 Juli-1 Agustus. Sebanyak 12 tim putra dan…

15 jam ago