Categories: Nasional

Ketua PHK2I Tantang Kepala BKN

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pernyataan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana bahwa banyak pemda meminta data honorer K2 dihapus dinilai tidak berdasar.

Menurut Ketua Koordinator Wilayah Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Eko Mardiono, pernyataan tersebut tidak sesuai realita di lapangan. "Ngomong apa sih ini Pak Bima? Suka sekali mengeluarkan statement yang meresahkan honorer K2," kata Eko kepada JPNN.com, Kamis (8/7).

Dia menegaskan, tidak akan mungkin Pemda meminta BKN menghapus data honorer K2 dalam database. Selama ini, Pemda memiliki ketergantungan terhadap honorer K2 karena belasan hingga puluhan tahun dipekerjakan mengerjakan tugas PNS tetapi gajinya sangat rendah. "Pemda mana yang Pak Bima maksud mau menghapus honorer K2? Sebutkan konkrit biar jelas. Jangan lempar bantu sembunyi tangan," tegasnya.

Eko yang tenaga kependidikan salah satu SMP di Surabaya ini mengungkapkan, pernyataan Bima membuat seluruh honorer K2 marah. Jika memang dihapus, mengapa diadakan tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang salah satu pesertanya honorer K2.

Eko menuding pemerintah tidak serius mengatasi masalah honorer K2. Ini dilihat dari masih banyaknya honorer K2 yang tersisa.

"Bagaimana honorer K2 tidak menjadi masalah abadi kalau pemerintah tidak memberikan regulasi yang pro honorer K2. Seperti sekarang ini, seleksi PPPK 2021 tidak bisa dinikmati honorer K2 karena syaratnya berat," ujarnya.

Eko mengeklaim sudah meminta para koordinator daerah untuk mengecek ke masing-masing Badan Kepegawaian Daerah (BKD) apakah benar ada permintaan menghapus data honorer K2 di BKN.

Sebagian daerah, kata Eko, sudah melaporkan bahwa tidak ada permintaan Pemda. "Pak Bima enggak jelas. Saya serius marah ini karena Pemda enggak minta kok malah menyalahkan Pemda," tegas Eko Mardiono.

Sumber: Jpnn.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Disdik Bengkalis Catat 3.500 Anak Putus Sekolah Sepanjang 2024-2025

Sebanyak 3.500 anak di Bengkalis putus sekolah selama 2024-2025. Faktor ekonomi jadi penyebab utama, pemerintah…

23 menit ago

Tabrak Truk Parkir di Jalan Paus Rumbai Pesisir, Pelajar Tewas di Tempat

Kecelakaan di Jalan Paus Pekanbaru, sepeda motor yang ditumpangi tiga pelajar menabrak truk parkir. Satu…

39 menit ago

Masjid Al Kastoeri Resmi Jadi Masjid Paripurna Ketiga Pekanbaru

Masjid Al Kastoeri di Rumbai Barat resmi menjadi Masjid Paripurna ketiga Pekanbaru. Masjid hibah senilai…

49 menit ago

Bau Menyengat Sampah dan Bangkai, Jalan Pelajar Bagan Batu Dikeluhkan Warga

Jalan Pelajar Bagan Batu dipenuhi sampah dan bangkai hingga menimbulkan bau menyengat. Warga mendesak pemerintah…

20 jam ago

Aryaduta Pekanbaru Hadirkan Pengalaman Iftar Khas Arab dengan 101 Menu

Aryaduta Hotel Pekanbaru menghadirkan paket Iftar Arabic Delight dengan 101 menu Nusantara dan Arab, lengkap…

20 jam ago

Dukung Green City, Pemko Pekanbaru Genjot Pembersihan 900 Km Drainase

Pemko Pekanbaru menargetkan pembersihan 900 km drainase dan saluran air tahun ini untuk mendukung program…

20 jam ago