Categories: Nasional

Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Corona Kembali Terjadi di Mataram

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Aksi pengambilan paksa jenazah yang meninggal karena virus corona (Covid-19) kembali terjadi. Setelah sebelumnya terjadi di beberapa rumah sakit di Sulawesi, kali ini terulang di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Surabaya, Jawa Timur. 

Situasi ini, bertentangan dengan Surat Telegram Kapolri Jenderal Pol Idham Azis yang meminta jajarannya mencegah adanya kasus pengambilan paksa jenazah.

Terkait itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, mengatakan, akan meningkatkan penjagaan di rumah sakit rujukan Covid-19. Penjagaan bahkan akan diperkuat oleh jajaran TNI.

“Menjaga rumah sakit dengan patroli dan mendata pasien Covid, dan patroli dengan TNI,” kata Argo kepada Jawapos.com pada Rabu (8/7/2020).

Selain itu, Polri juga akan memberdayakan perangkat di daerah untuk memberikan edukasi terhadap warga sehingga warga paham terhadap risiko pengambilan paksa jenazah Covid-19.

Polri, kata Argo,  juga akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memberdayakan sekuriti. Supaya mereka bisa mencegah adanya aksi pengambilan paksa. 

“Yang paling akhir memproses pelaku pengambilan paksa jenazah,” jelas Argo.

Sebelumnya, sekelompok orang mengambil paksa jenazah di RS Paru Surabaya. Pasien telah terkonfimasi positif Covid-19. Selain di rumah sakit, insiden berlangsung di pemakaman Keputih. Mereka nekat membongkar peti yang akan dikuburkan petugas.

Sementara itu, pada Senin (6/7) malam, ratusan warga menggeruduk RSUD Kota Mataram. Mereka datang menuntut agar pihak rumah sakit membolehkan jenazah perempuan 47 tahun berinisial M, Warga Dusun Erat Mate, Mekar Sari, Gunung Sari, Lombok Barat, dibawa pulang keluarga. 

Ny M dinyatakan meninggal sekitar pukul 16.00 Wita. Satu jam kemudian, hasil uji laboratorium sampel swab yang telah diambil pada 4 Juli keluar. Ny M dipastikan telah terinfeksi Covid-19. 

Sumber: Jawapos.com
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Sempat Tertunda, Fakhriadi Syamsuddin dan Istri Resmi Berangkat Haji Bersama Kloter BTH 21

Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…

17 jam ago

Puluhan Warga Belanda Datangi Desa Koto Kombu, Napak Tilas Sejarah Keluarga

Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…

19 jam ago

Air Sungai Kuantan Mulai Surut, Warga Kuansing Diminta Tetap Waspada

Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…

1 hari ago

Riezka Rahmatiana Garap Lahan Tidur di Riau, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…

1 hari ago

Sempat Hilang Dua Hari, Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…

2 hari ago

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

3 hari ago