Categories: Nasional

Upaya Pelemahan KPK Sudah Dilakukan Sejak AwalÂ

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang sudah dilakukan berbagai kekuatan sejak berdiri. Perjuangan untuk menjadikan KPK lembaga yang kuat, independen, dan bersih terus dilakukan.

Hal ini terlihat dalam film dokumenter KPK End Game, yang diproduksi oleh Watchdoc. Film tersebut merupakan dokumenter dari para pegawai KPK.

Salah satu pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat tes wawasan kebangsaan (TWK), Harun Al Rasyid menyampaikan, dirinya juga merupakan salah satu dari pegawai lembaga antirasuah yang turut berkontribusi dalam pembuatan film KPK End Game. Dia mengungkapkan, sejak awal KPK berdiri pada 2002 lalu memang sudah ada upaya pelemahan.

“Malam ini saya bersama-sama kawan-kawan tadi menyaksikan pemutaran film KPK End Game, saya di film ini sebagai aktor dan memberikan testimoni terhadap apa yang kita alami, mulai dari sejak KPK itu awal-awal berdiri kemudian di masa-masa pertengahan kemudian di masa-masa sekarang ini,” kata Harun di Gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/6/2021).

Harun mengungkapkan, sejak berdirinya KPK pada 2002 sudah ada upaya pelemahan. Tetapi hal tersebut belum sangat massif.

“Seperti yang tadi sudah teman-twman saksikan,  gangguan dan upaya-upaya untuk pelemahan terhadap KPK bukan hanya terjadi sekarang ini. Itu setidaknya dari awal KPK berdiri sudah ada ganguan-gangguan dan upaya untuk melemahkan tapi sifatnya masih kecil,” ujar Harun.

Harun tak memungkiri, sejumlah pegawai KPK sempat mengalami ancaman saat menangani perkara korupsi. Hal ini merupakan salah satu bentuk ancaman untuk melemahkan KPK.

“Lalu semakin ke belakang semakin menggumpal, dan upaya-upaya itu semakin ketara ya dan saya juga sudah menyadari bahwa ancaman fisik, ancaman mental, bahkan upaya untuk menyingkirkan kita itu pasti akan datang pada waktunya. Proses TWK itu adalah sebuah upaya untuk menyingkirkan kami dari KPK ini,” ungkap Harun.

Oleh karena itu, Harun meyakini 75 pegawai yang dinyataka gagal TWK dan tidak dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan bentuk nyata terhadap pelemahan KPK. Dia menegaskan, 75 pegawai KPK yang akan disingkirkan itu merupakan pegawai yang tidak lagi diragukan integritasnya.

“Kami 75 orang ini adalah orang-orang yang secara kompetensi, secara integritas, itu tidak bisa dipertaruhkan lagi. Artinya kami pelajaran terkait integritas itu sudah kenyang,” pungkas Harun.

Sumber: Jawapos/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Cegah Abrasi Sungai Indragiri, Mahasiswa ITB-I Tanam 100 Pohon

Mahasiswa ITB-I bersama Forkopimda Inhu menanam 100 pohon di bantaran Sungai Indragiri sebagai upaya mencegah…

20 jam ago

Generasi Terbaru Honda Vario 125 Hadir di Pekanbaru dengan Varian Street

PT CDN meluncurkan All New Honda Vario 125 di Pekanbaru dengan desain baru dan varian…

20 jam ago

Sambut Imlek 2577, PBBI dan PKMR Gelar Baksos di Rokan Hilir

PBBI dan PKMR menggelar baksos Imlek 2577 di Rohil dengan pembagian sembako serta layanan pengobatan…

20 jam ago

Energi Mega Persada Bangga Dukung Riau Pos Fun Bike 2026

Energi Mega Persada menyatakan kebanggaannya menjadi sponsor Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk dukungan…

21 jam ago

Laporan Warga, Wawako dan Kapolresta Cek Dugaan Pesta Waria di New Paragon

Pemko dan Polresta Pekanbaru mendatangi New Paragon KTV menyusul laporan masyarakat terkait dugaan kontes waria…

21 jam ago

RS Awal Bros Sudirman Hadirkan Teknologi Neurorestorasi

RS Awal Bros Sudirman menghadirkan layanan neurorestorasi berbasis TMS sebagai harapan baru pemulihan pasien stroke…

21 jam ago