Categories: Nasional

Blunder Pemerintah Picu Kepanikan Publik

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) merilis  penelitian terkait komunikasi politik pemerintah selama menghadapi pandemi virus corona (Covid-19). Hasilnya, pemerintah dinilai banyak melakukan blunder dan menjadi polemik di masyarakat.  

Direktur LP3ES Wijayanto menyampaikan sedikitnya ada 37 pernyataan pemerintah yang memicu kontroversi. Itu terhitung selama kurun waktu 1 Januari hingga 5 April.  "Banyak pernyataan yang memicu kepanikan bahkan ketidakpercayaan publik," kata Wijayanto kepada Jawa Pos (JPG), Selasa (7/4).

LP3ES membagi penelitian menjadi tiga fase. Fase pra krisis, misalnya tercatat ada 13 kekeliruan pemerintah yang disampaikan melalui media. Ada pun fase awal krisis tercatat 4 blunder dan fase krisis sebanyak 20 kekeliruan. Pada fase pra krisis, pemerintahan kabinet Jokowi-Ma’ruf terkesan tidak siap menghadapi wabah virus corona. Bahkan menolak kemungkinan Indonesia terjangkit Covid-19.

"Dari pernyataan para pejabat, jelas sekali pemerintah tidak serius dan meremehkan," ujar Wijayanto.

Itu terekam melalui pernyataan Presiden Jokowi, Wapres KH Ma’ruf Amin dan sejumlah pembantunya. Seperti Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, Menko Polhukam Mahfud MD, Kepala BNPB Doni Monardo hingga Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

Pada fase prakrisis, misalnya. Saat itu Cina dan sejumlah negara di Eropa mulai memberlakukan lockdown dan social distancing untuk mencegah penyebaran virus. Namun pemerintah Indonesia masih merespons santai. Bahkan pemerintah meminta perusahaan maskapai memberi insentif untuk wisatawan asing. Pemerintah pun sudah diingatkan oleh sejumlah lembaga internasional untuk memberi respons cepat. Termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang meragukan klaim pemerintah bahwa kasus Covid-19 masih nihil. Universitas Harvard juga meminta Indonesia waspada karena bisa jadi  penyebaran virus tidak terdeteksi.  "Tapi lagi-lagi sampai akhir Februari pemerintah seperti tidak serius," jelas peraih doktor dari Universitas Leiden, Belanda, itu.

Akibatnya, masyarakat gagal menyiapkan diri untuk menghadapi wabah virus. Padahal persebaran virus terus terjadi. Pada fase krisis muncul sejumlah pernyataan yang membuat polemik di masyarakat. Salah satunya pernyataan Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto seperti menyudutkan masyarakat miskin sebagai biang menyebarkan virus ke orang kaya.

"Mungkin dia tidak sengaja. Tetapi apa pun itu sangat mengganggu," paparnya.

Wijayanto mengungkapkan blunder yang terus terjadi membuat kepercayaan publik terhadap pemerintah menjadi turun. Dia menyarankan supaya pemerintah lebih transparan dan konsisten dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. "Pemerintah harus lebih serius. Hanya dengan kepercayaan dan dukungan publik Indonesia bisa lepas dari bencana ini," tegasnya.(mar/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Seleksi Komisaris PT BLJ Resmi Dibuka, Ini Pesan Pemkab Bengkalis kepada Peserta

Pemkab Bengkalis membuka seleksi Komisaris PT BLJ. Empat peserta mengikuti serangkaian uji kelayakan dan kepatutan…

1 hari ago

BPBD Catat 20 Bangunan Terdampak Abrasi di Kuala Enok dalam Tiga Hari

Abrasi yang melanda Kuala Enok selama tiga hari merusak 20 bangunan dan fasilitas umum. Kerugian…

1 hari ago

Jadi Saksi di Sidang Korupsi Abdul Wahid, UAS Ungkap Fakta di Balik Pilgub Riau

Kesaksian UAS di sidang Abdul Wahid mengungkap perjalanan politik, dukungan Pilgub Riau, hingga konflik kepemimpinan…

1 hari ago

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning Resmi Dibuka, Angkat Warisan Budaya ke Ruang Kreatif

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning di Galeri Hang Nadim hadirkan karya seni yang…

2 hari ago

PLN UIP Sumbagteng Gelar Fun Walk di Bukittinggi, Perkuat Kebersamaan dan Budaya Hidup Sehat

PLN UIP Sumbagteng menggelar Fun Walk dalam Wellbeing Day di Bukittinggi untuk memperkuat kesehatan, sinergi,…

2 hari ago

Senat Unri Sahkan Delapan Bakal Calon Rektor, Tahapan Penentuan Tiga Kandidat Segera Digelar

Senat Universitas Riau menetapkan delapan bakal calon rektor periode 2026-2030. Tahap penyaringan dan penetapan tiga…

2 hari ago