Categories: Nasional

Penipuan Investasi, Polisi Bidik 24 Nama

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Beredar 24 nama affiliator yang diduga melakukan penipuan berkedok investasi bodong trading binary option lewat aplikasi. Lantas apakah mereka bakal diperisa oleh Bareskrim Polri?.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan tidak menutup kemungkinan mereka bakal diperiksa oleh polisi jika memang terlibat dalam penipuan. Saat ini tim Bareskrim Polri masih melakukan penyelidikan.

“Itu merupakan nantinya bagian dari pengembangan penyelidikan, kita masih menunggu hasilnya,” ujar Gatot kepada JawaPos.com, Selasa (8/3/2022).

Gatot menegaskan, Bareskrim Polri tidak bekerja hanya menunggu laporan dari masyarakat terkait dugaan penipuan berkedok investasi bodong trading binary option lewat aplikasi. Setiap adanya temuan baru Bareskrim Polri bakal menindaklanjutinya.

“Iya itu kan nanti hasil pengembangan penyelidikan, pasti ada temuan-temuan dari penyidik dan nanti itu ditindaklanjuti oleh penyidik,” katanya.

Namun demikian, Gatot belum mau mengungkapkan akan adanya tersangka baru dari 24 nama affiliator yang diduga melakukan penipuan lewat investasi bodong tersebut.

“Saya enggak mau mendahului, tapi yang jelas penyidik masih mengembangkan kasus ini,” ungkapnya.

Diketahui, beredar daftar 24 nama affiliator yang diduga melakukan penipuan ke masyarakat dengan kedok melakukan investasi bodong. Dari 24 nama tersebut satu diantaranya telah menjadi tersangka, yakni Indra Kesuma alias Indra Kenz.

Dari 24 nama tersebut, ada nama affiliator crazy rich Bandung, Jawa Barat yakni Doni Salmanan yang saat ini statusnya telah naik ke penyidikan.

Adapun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut telah melakukan penghentian transaksi dan blokir mencapai Rp 352 miliar yang berasal dari 117 rekening yang diduga melakukan penjualan produk investasi ilegal.

PPATK menduga jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan penyelidikan yang terus dilakukan pihaknya terkait dugaan penipuan lewat investasi ilegal tersebut.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

13 jam ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

13 jam ago

Baznas Riau Catat Zakat ASN Pemprov Riau Tembus Rp52 Miliar

Baznas Riau mencatat zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 mencapai Rp52,5 miliar dan terus mengoptimalkan…

14 jam ago

Penolakan Relokasi Menguat, Masyarakat Cerenti Tanda Tangani Petisi

Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa…

14 jam ago

Kantin SDN 169 Pekanbaru Terbakar Dini Hari, Damkar Kerahkan 5 Unit

Kantin SDN 169 Pekanbaru terbakar dini hari. Lima unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api dan…

14 jam ago

Dermaga Peranggas Meranti Kian Memprihatinkan, DPRD Minta Perhatian Pemerintah

Dermaga Peranggas di Kepulauan Meranti kian memprihatinkan dan dinilai tak layak pakai. DPRD mendesak pemerintah…

15 jam ago