JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Masyarakat diminta tidak terprovokasi dengan peristiwa penembakan enam orang pengawal Habib Rizieq Shihab. Polisi dinilai profesional dalam menangani kasus hukum.
Anggota Komisi III DPR Wayan Sudirta mengatakan, semua pihak harus bijak menanggapi peristiwa itu. Invenstigas bisa dilakukan untuk memastikan polisi telah bertindak sesuai prosedur atau tidak dalam peristiwa tersebut.
"Dari peristiwa ini, kita diharapkan jangan terburu-buru agar kita tidak keliru mengambil kesimpulan," ujar Wayan Sudirta di Jakarta, Senin (7/12/2020).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai peristiwa ini harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Polisi, kata dia, bertindak sebagai penjaga ketertiban umum dan keamanan. Publik diminta memberikan kesempatan kepada polisi untuk memberikan penjelasan secara terbuka.
"Setiap peristiwa pasti memiliki latar belakang dan rangkaian proses panjang," katanya.
Sebelumnya polisi menembak pengawal Rizieq Shihab di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Dalam persitiwa itu enam orang tewas.
Sumber: RMOL/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.