JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Video dengan konten pornografi yang dikaitkan dengan artis Gisella Anastasia sempat viral di media sosial beberapa hari terakhir. Polisi menunggu adanya laporan jika ada pihak yang merasa dirugikan atas beredarnya video tak senonoh tersebut.
"Kami tunggu jika ada yang bikin laporan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada JawaPos.com, Sabtu (7/11).
Mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu belum bisa berkomentar banyak terkait beredarnya video syur mirip Gisel, panggilan Gisella. Sebab dia mengaku belum melihat video yang dihebohkan publik Tanah Air hingga terdongkrak menjadi trending topic di Twitter.
"Saya belum lihat videonya. Saya juga belum ketemu Gisel. Nanti dulu ya," ujarnya.
Dalam video berdurasi pendek yang beredar, terlihat seorang perempuan disebut-sebut mirip Gisel sedang melakukan hubungan intim dengan seorang lelaki di sebuah ruangan. Video itu sepertinya bukan diambil candid tapi diambil sendiri oleh pelaku. Sebab sosok perempuan terlihat memamerkan tubuhnya saat melakukan hubungan secara sengaja menghadap ke arah kamera.
Beredarnya video syur yang dikaitkan dengan Gisel ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi netizen. Mereka mengkhawatirkan peredaran video itu akan mengganggu perkembangan Gempi.
Sampai saat ini JawaPos.com berusaha meminta klarifikasi kepada Gisel ataupun manajernya, Andi Tanggawa. Namun baik telepon ataupun pesan singkat yang kami layangkan, belum mendapat respons dari yang bersangkutan.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…