Categories: Nasional

Sumur Tedong Tambah Pasokan Energi 15–20 Tahun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pasokan untuk produksi migas nasional berpotensi bertambah. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PT Pertamina EP menemukan gas dan kondensat di sumur eksplorasi Tedong, Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Kepala Divisi Pengeboran dan Sumuran SKK Migas Surya Widyantoro menuturkan, penemuan itu berasal dari penyelesaian pengeboran ke-2 dalam rangkaian eksplorasi Kabupaten Morowali Utara. Sumur eksplorasi Tedong (TDG)-001 yang ditajak pada 29 Juli 2024 menemukan gas dan kondensat hingga 11,871 mmscfd dan 136 bcpd dengan bukaan choke 44/64 dan 13,894 mmscfd dan 202 bcpd dengan bukaan 52/64. ”Gas dan kondensat pada saat pengeboran Sumur TDG-001 di interval 3 saat dilakukan flow back dengan hasil yang menjanjikan,’’ ujarnya, Ahad (6/10).

Menurut Surya, pengeboran itu kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan drill stem test (DST) yang dilakukan pada interval 4 k dengan tujuan menguji kandungan hidrokarbon di sumur Tedong–001. ”Dengan hasil yang menjanjikan ini, sumur Tedong (TDG)-001 diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan potensi cadangan minyak dan gas bumi nasional serta mendukung upaya peningkatan ketahanan energi Indonesia,’’ terang dia.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro mengatakan, temuan gas dan kondensat di Morowali Utara itu diyakini sebagai temuan yang menjanjikan dengan prospek bagus. ”Ini menunjukan potensi migas di Sulawesi Tengah masih bisa terus didapat dengan melakukan eksplorasi,” jelas Hudi.

SKK Migas dan KKKS tahun ini terus melakukan eksplorasi untuk meningkatkan lifting dan produksi migas secara nasional dengan cara melakukan eksplorasi dan eksploitasi. Hal itu dilakukan agar ketergantungan impor migas Indonesia dapat ditekan menuju ketahanan energi.

Direktur Eksplorasi PHE Muharram Jaya Panguriseng menambahkan, pengeboran sumur Tedong (TDG)-001 merupakan rangkaian pengeboran di frontier area sekaligus pengembangan ekonomi kawasan Indonesia Timur. Sebelumnya, juga dilaksanakan pengeboran di sumur East Wolai (EWO)-001, West Wolai (WWO)-001, dan Julang Emas (JLE)-001. Pengeboran eksplorasi itu untuk membuktikan potensi sumber daya migas dari Batugamping Formasi Minahaki dan Tomori.

Sumur yang dibor secara vertikal itu memiliki kedalaman 2.448 meter MD. Setelah uji alir kandungan lapisan terbukti memiliki tebal kolom hidrokarbon 163 meter, rate 15 juta kaki kubik per hari (mmscfd), 185 barel kondensat per hari (bcpd).

Muharram menjelaskan, temuan itu diharapkan dapat menambah pasokan energi dalam jangka waktu minimal 15–20 tahun untuk mendukung kebutuhan industri di wilayah tersebut dan diperkirakan dapat menyerupai Donggi di masa depan. (dee/fal/jpg)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Lewati Pembahasan Panjang, APBD Inhil Tahun 2026 Disepakati Rp2,05 Triliun

Setelah pembahasan panjang, DPRD Inhil resmi mengesahkan APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,05 triliun dalam…

17 jam ago

Anthracite Bicycle Community Sawahlunto Kirim Lima Goweser ke Riau Pos Fun Bike 2026

Komunitas Anthracite Bicycle Community Sawahlunto memastikan keikutsertaan lima goweser dalam ajang Riau Pos Fun Bike…

17 jam ago

Harga Bahan Pokok di Pasar Selasa Tuah Karya Terpantau Menurun

Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…

2 hari ago

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

3 hari ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

3 hari ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

3 hari ago