Front Pembela Islam (foto/ JPNN.com)
JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Anggota juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif mendoakan pintu hati pemerintah khususnya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terketuk, sehingga mau menggelar dialog terbuka dengan FPI. Ini terkait keinginan FPI yang mau berdialog dengan pemerintah membahas Pancasila.
“Mari doakan saja, semoga terbuka hatinya dan dapat hidayah,” kata Slamet kepada jpnn.com, Rabu (7/8).
Dialog ingin digelar FPI karena pemerintah belum menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) organisasi massa.
Di sisi lain, pemerintah menimbang-nimbang memberikan SKT karena muncul konsep Khilafah Nubuwwah dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FPI.
Slamet pun heran dengan sikap pemerintah melalui Moeldoko, yang menolak dialog. Menurut dia, di era demokrasi jalur dialog ialah suatu hal yang diharuskan.
“Hari gini, di zaman keterbukaan, kok tutup pintu dialog, mau kembali ke orde otoriter? Makanya dialog, dong,” ungkap Slamet.
“Biar paham itu, bertentangan dengan Pancasila atau tidak. Jangan baca judulnya saja, tetapi baca isi bukunya baru ambil kesimpulan, itu namanya cerdas,” pungkas dia. (mg10)
Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina
Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…
DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…
Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…
MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…
Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…
Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…