Categories: Nasional

Dilonggarkan, Kasus Corona di India Melonjak Lampaui Italia

NEWDELHI (RIAUPOS.CO) – Kebijakan pelonggaran pembatasan di India memicu melonjaknya pertambahan kasus Covid-19. Pada Sabtu (6/6), India mencatat 9.887 positif Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Itu menjadi kasus harian tertinggi sejak otoritas India melaporkan kasus pertama.

Pertambahan itu membuat jumlah pasien positif Covid-19 di India menempati urutan keenam terbanyak dunia dan melampaui angka di Italia. Tingginya kasus positif di India terjadi dua hari setelah pemerintah melonggarkan aturan karantina dengan membuka kembali mal, restoran, dan tempat ibadah.

Total pasien positif di India saat ini meningkat menjadi 246.622 berdasar Worldometers. Jumlah itu melewati Italia yang melaporkan 234.801 kasus positif. India menjadi negara Asia dengan kasus positif Covid-19 terbanyak. Jauh melewati China yang hingga kini terdapat 83.030 kasus positif.

Dari jumlah kasus positif, angka kematian di India 6.946 jiwa. Sedangkan angka kesembuhan mencapai 118.695 orang. Angka kematian di India masih lebih rendah dari Italia. Seperti diketahui, angka kematian di Italia mencapai 33.846 jiwa per Sabtu (6/6).

Pemerintah di bawah pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, cemas untuk mengaktifkan kembali ekonomi yang terpuruk akibat Covid-19. Namun, India tetap berupaya membuat jutaan rakyatnya kembali bekerja dengan melonggarkan aturan karantina.

Otoritas di India memberlakukan karantina sejak Maret. Kebijakan itu, menurut pemerintah, berhasil mencegah kasus positif bertambah cepat.

Hanya saja, pemerintah India dinilai terlalu cepat dalam melonggarkan karantina. Pemerintah melonggarkan pembatasan sejak Senin lalu meski sejumlah ahli khawatir langkah itu terlalu cepat dilakukan.

Giridhar R Babu, seorang epidemiolog di Yayasan Kesehatan Masyarakat India/Public Health Foundation of India, mempertanyakan langkah pemerintah yang membuka kembali tempat ibadah. “Kita dapat bertahan hidup dan menjaga kasus positif tidak terus bertambah tanpa harus membuka tempat ibadah untuk sementara waktu,” kata Babu lewat unggahannya di Twitter seperti dilansir Antara.

Meski beberapa tempat umum kembali dibuka, pemerintah masih melarang konser musik, pertandingan olahraga, dan kampanye politik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (5/6) mengatakan karantina di India membantu menekan pertumbuhan angka pasien positif. Namun saat ini, jumlah pasien positif telah naik saat pembatasan dilonggarkan.

“Saat India dan negara besar lainnya kembali membuka tempat umum dan orang-orang mulai berpindah tempat, selalu ada risiko virus akan kembali menyebar,” kata dr Mike Ryan, kepala program darurat WHO, saat jumpa pers di Jenewa, Swiss.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

OJK Bebaskan UMKM dari Agunan Pembiayaan hingga Rp100 Juta

OJK membebaskan UMKM dari kewajiban agunan pembiayaan modal kerja hingga Rp100 juta melalui aturan baru…

3 jam ago

Pelayanan Publik Kuansing Raih Nilai A dalam Evaluasi Nasional

Pelayanan publik Pemkab Kuansing meraih nilai 4,47 dengan kategori A dalam evaluasi nasional PEKPPP 2025…

4 jam ago

Ratusan Batang Kayu Ilegal Disita, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Polisi menangkap dua terduga pelaku ilegal logging di Langgam, Pelalawan, serta menyita ratusan batang kayu…

4 jam ago

Hari Ketiga Pencarian, Bocah Tenggelam di Sungai Ngaso Ditemukan Meninggal

Bocah 8 tahun yang hanyut di Sungai Ngaso, Rohul, akhirnya ditemukan meninggal dunia pada hari…

5 jam ago

Propemperda 2026, DPRD Pekanbaru Bahas 17 Ranperda

DPRD Pekanbaru menetapkan 17 Ranperda dalam Propemperda 2026, terdiri dari usulan DPRD dan Pemko untuk…

5 jam ago

Urai Kemacetan, Traffic Light Simpang Paus–Nangka Resmi Difungsikan

Pemko Pekanbaru mulai mengoperasikan traffic light di Simpang Jalan Paus–Tuanku Tambusai untuk mengurai kemacetan dan…

6 jam ago