Categories: Nasional

Dukung Kasus Temuan Kerangkeng Manusia Naik ke Penyidikan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengapresiasi langkah Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dalam menyikapi temuan kerangkeng manusia di rumah pribadi bupati Langkat nonaktif. Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo pun mendukung Bareskrim segera menaikan status penanganan kasus tersebut ke tingkat penyidikan.

Menurut Hasto, penyidikan oleh Polri atas kasus itu sangat penting. Sebab dapat memengaruhi progres yang selama ini berjalan. Kedatangan Komjen Agus ke Langkat menjadi bukti bahwa Mabes Polri turut memberi atensi.

"Kami sambut baik dorongan Bareskrim agar kasus temuan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat naik ke penyidikan," imbuhnya.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Hasto kepada awak media di Jakarta, kemarin (6/2). "Dengan naiknya status (penanganan kasus) ke penyidikan, setidaknya penyidik sudah menemukan tindak pidana dalam kasus itu," terang dia.

Sejak awal, LPSK menduga telah terjadi tindak pidana dan pelanggaran hukum. Dugaan itu semakin kuat setelah mereka menurunkan tim ke Langkat untuk melakukan pendalaman. Berdasar pendalaman tersebut, tim dari LPSK menduga telah terjadi lebih dari satu jenis tindak pidana terkait dengan temuan kerangkeng manusia di rumah pribadi bupati Langkat nonaktif.

"Antara lain (tindak pidana) perampasan kemerdekaan, penganiayaan yang menyebabkan kematian, dan perdagangan orang," beber Hasto.

Sayangnya, dia menilai, selama ini progres penanganan hukumnya tidak signifikan. Bahkan Hasto berani menyebut bahwa pengungkapan atas temuan tersebut berjalan lamban.

"Penyidik belum memberikan keterangan terkait ada tidaknya tindak pidana pada kasus kerangkeng manusia di rumah bupati Langkat," ujarnya.

Karena itu, dia menyatakan, kedatangan Komjen Agus ke Langkat sekaligus membawa harapan. Pihaknya optimistis setelah kunjungan itu penanganan kasus tersebut lebih cepat. Sebab, bukan sekedar meninjau, Hasto yakin orang nomor satu di Bareskrim Polri itu datang untuk menunjukkan bahwa Mabes Polri turut memberi perhatian atas kasus tersebut.

"Sikap tegas itu yang ditunggu karena dapat menstimulus korban dan keluarga berani memberikan keterangan penting untuk mengungkap perkara," jelas Hasto.

Kepada siapapun yang memiliki informasi terkait dengan kerangkeng manusia di rumah pribadi bupati Langkat nonaktif, lanjut Hasto, LPSK berharap mereka lebih terbuka. Dia pun menegaskan, instansinya siap memberikan perlindungan kepada korban dan keluarga korban yang akan memberikan keterangan kepada penyidik. LPSK akan menjamin keamanan dan keselamatan mereka.

"Perlindungan diberikan agar mereka bisa memberikan keterangan dengan aman dan terbebas dari intimidasi, bahkan potensi ancaman," tegasnya.(syn/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Benny Rio: Sekolah yang Diminta Inspektorat Sedang Kembalikan Dana Seragam

Pengembalian dana kelebihan bayar seragam SMA negeri di Pekanbaru masih berlangsung. Sekolah juga menolak seragam…

4 jam ago

Plt Gubri Perintahkan Uang Seragam Siswa Dikembalikan ke Orang Tua

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memerintahkan pengembalian dana seragam siswa usai temuan mark-up dan melarang…

7 jam ago

Kebakaran di Seberang Tembilahan, Diduga Berawal dari Arus Pendek Listrik

Kebakaran di permukiman padat Seberang Tembilahan menghanguskan satu rumah dan merusak satu rumah lainnya. Kerugian…

7 jam ago

Operasi Pasar Murah Hadir di Siak dan Pekanbaru, Berikut Daftar Harganya

TPID Riau menggelar empat pasar murah di Siak dan Pekanbaru pekan ini. Beras, gula, minyak…

12 jam ago

Bazar Vegetarian Ramaikan Perayaan Waisak di Pekanbaru, Hadirkan 47 Stan Kuliner

Maha Vihara Maitreya Pekanbaru mengenalkan makanan vegetarian melalui bazar Waisak dengan 47 stan kuliner dan…

15 jam ago

DPRD Bengkalis Bawa Keluhan Warga ke PLN, Dari Duri hingga Rupat

DPRD Bengkalis menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait listrik kepada PLN, mulai dari pemadaman hingga desa…

15 jam ago