Tim SAR melakukan evakuasi terhadap korban kecelakaan maut akibat tabrakan dua kereta api di Cicalengka, Jawa Barat, Jumat (5/1/2024). (TIMUR MATAHARI/AFP)
RIAUPOS.CO – Rel lokasi kecelakaan kereta api (KA) Turangga dengan Commuter Line Bandung Raya sudah bisa dilalui meski dengan kecepatan terbatas. Namun, investigasi untuk menyelidiki penyebab tabrakan belum tuntas.
KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen menjadi kereta pertama yang melintasi lokasi kecelakaan. Pada pukul 08.56, KA tersebut berhasil lewat dengan kecepatan 20 km/jam. ’’Sejumlah perbaikan dengan memperkuat tubuh jalan rel terus dilaksanakan agar kereta api dapat beroperasi dengan kecepatan normal kembali,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus. Namun, hingga tadi malam rekayasa pola operasi perjalanan Commuter Line Bandung Raya masih dilakukan.
’’Pelayanan perjalanan Commuter Line Bandung Raya masih hanya melayani naik turun pengguna dari Stasiun Padalarang sampai Stasiun Rancaekek,” kata Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba.
Pada bagian lain, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menerjunkan tim investigasi. Mereka yang bertugas adalah Gusnaedi Rachmanas, Aditya W.S., dan Yogi Arisandi. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyatakan, investigasi berlangsung dari kejadian kecelakaan (5/1) sampai besok (8/1). ’’Kami sedang kumpulkan data dan informasi faktual. Termasuk keterangan saksi,” katanya.
Dalam investigasi itu, lanjut Soerjanto, dilakukan analisis secara menyeluruh. Selain itu, KNKT berkoordinasi dengan stakeholder. ’’KNKT belum bisa memberikan keterangan terkait penyebab kecelakaan,” katanya.
Dari Senayan, anggota Komisi V DPR Sigit Sosiantomo menyebut insiden itu membuktikan kelalaian PT KAI. ’’Dugaan sementara, kecelakaan terjadi karena ada yang menghalangi jalur komunikasi. Hal itu membuat masinis di dua KA tidak dapat melihat dan berkomunikasi,” kata anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) tersebut.
Sigit juga mendesak Ditjen Perkeretaapian untuk bertanggung jawab. Sebab, sesuai UU No 23 tahun 2007 dan PM No 45 tahun 2018, Ditjen Perkeretaapian seharusnya melakukan pengawasan dan pembinaan atas penyelenggaraan perkeretaapian. ’’Jika tugas ini dilaksanakan dengan baik, musibah itu bisa dihindarkan. Terlebih, sudah dua kali terjadi tabrakan kereta api dalam selang waktu hanya beberapa bulan,” kata Sigit. Sebelumnya terjadi kecelakaan KA Argo Semeru dan Argo Wilis di Jogjakarta pada Oktober lalu.
Sementara itu, dari Bandung, PT KAI membenarkan telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk membentuk tim investigasi. Sejumlah instansi tersebut, antara lain, KNKT, TNI, Polri, Basarnas, hingga DJKA Kemenhub. Tim KAI juga telah mengevakuasi kedua rangkaian kereta api ke stasiun terdekat. Setelah itu, tim teknis akan memeriksa kelaikan rel di lokasi kecelakaan.
EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji menjelaskan, manajemen KAI telah melakukan berbagai upaya untuk menekan dan meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan. Di antaranya, melakukan peningkatan sistem komunikasi, perjalanan kereta, dan berbagai hal teknis lainnya. ’’KAI sangat serius dalam memberikan layanan perjalanan kereta yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi penumpang. Kami menerapkan zero tolerance terhadap keselamatan dan keamanan perjalanan kereta. Kami berkomitmen segera menyelesaikan kejadian ini sehingga perjalanan kereta api dapat berangsur pulih dan kembali normal,” tegas Agus.(lyn/kro/c7/oni)
Laporan JPG, Jakarta
Kasus dugaan SPPD fiktif dan makan minum Setwan Pekanbaru masih disidik. Lebih 100 saksi diperiksa…
Sebanyak 101 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di Kepulauan Meranti, namun hingga Agustus 2026 belum…
Jonatan Christie menang atas Matthias Kicklitz di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Rehan/Gloria juga melaju setelah…
RAPP mendukung Pacu Jalur Nasional 2026 di Kuansing dengan total Rp350 juta, termasuk bantuan kebersihan…
Pemko Pekanbaru memperbaiki Jalan Teratai sepanjang 783 meter sekaligus membenahi drainase tersumbat untuk mengurangi genangan…
Unri mengenalkan Smart Posyandu kepada 35 kader dari 18 posyandu di Pandau Jaya untuk mendukung…