Categories: Nasional

Dekan Tersangka Pencabulan Belum Dinonaktifkan, Mahasiswa Unri Segel Ruang Rektor

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Aliansi Mahasiswa Universitas Riau (Unri) memaksa masuk ke Gedung Rektorat Unri pukul 17.10 WIB petang. Ratusan mahasiswa menjejali pintu masuk gedung. Sambil meneriakkan yel-yel, pelan-pelan mahasiswa menekan masuk gedung rektorat yang dijaga satuan pengamanan (Satpam) yang kalah jumlah.

Mahasiswa bermaksud menyegel ruangan Rektor Unri yang berada di lantai 2 gedung. Hal ini dipicu oleh tuntutan penonaktifan tersangka pencabulan yang merupakan Dekan FISIP Unri ditolak. Tuntutan mahasiswa yang disuarakan sejak sekitar pukul 14.45 WIB mentah karena ketidakhadiran rektor.

Dikomandoi Presiden Mahasiswa (Presma) Unri, Kaharuddin, dan para Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Fakultas di Unri, mahasiswa meminta pimpinan Unri untuk menandatangani tuntutan tertulis untuk menonaktifkan SH. Wakil Rektor (WR) I Rektor yang menjumpai mahasiswa menolak menandatangani kertas yang dibungkus map tersebut.

''Karena Pimpinan Unri tidak mau memenuhi tuntutan kita agar SH dinonaktifkan tanggal 7 Desember 2021,  maka kami memutuskan akan menyegel ruangan rektor, sampai ada keputusan tegas dari pimpinan Unri konkrit terlaksana,'' ungkap Kaharuddin.

Menolak anarkis, mahasiswa tidak serta-merta memaksa masuk. Namun pelan tapi pasti terus maju. Sempat terjadi kericuhan kecil  sebelum akhirnya mahasiswa diperbolehkan masuk ke gedung sekitar pukul 17.17 menit.

Rombongan mahasiswa kembali tertahan di lorong masuk ke ruangan Rektor dan Wakil Rektor Unri di lantai 2. Setelah ada jaminan dari Presma dan para Ketua BEM seluruh fakultas Unri, para pemimpin mahasiswa termasuk Presma dibolehkan masuk lorong menuju pintu ruangan rektor yang disegel pada pukul 17.20 WIB.

Ketika hampir setengah dari peserta aksi yang sudah naik ke lantai 2 yang tidak masuk duduk menunggu di depan lorong masuk, akhirnya ruangan tersebut disegel yang ditandai dengan pemasangan rantai dan gembok oleh Presma Unri, Kaharuddin, sekitar pukul 17.23 WIB sore. Usai penyegelan mahasiswa turun secara teratur.

''Ini bukan akhir dari perjuangan Tim Advokasi Mahasiswa Unri. Saya dapat informasi rektor akan hadir di Pekanbaru pada Rabu besok, menjelang itu kami tunggu. Kalau tidak juga ada kejelasan, bukan hanya ruang rektor saja besok yang akan kami segel,'' ungkap Kaharudin yang kembali berorasi di luar Gedung Rektorat.

Sementara itu WR I Unri Prof Dr M Nur yang ikut mengawasi aksi penyegelan oleh mahasiswa menyebutkan, ketidakhadiran Rektor Unri Prof Dr Aras Mulyadi DEA menemui mahasiswa sore itu bukan sebuah kesengajaan. Hal itu karena yang bersangkutan ada urusan dinas. Dirinya juga menolak menandatangani tuntutan mahasiswa karena mengaku kuasanya terbatas.

''Saya sebagai Pelaksana Tugas Rektor, kuasa saya terbatas. Saya tidak bisa mengambil keputusan apa pun. Soal kasus ini, Rektor Unri sudah melakukan berbagai kebijakan yang diperlukan, namun untuk penonaktifan, tentu pimpinan tidak mau keputusannya salah dan melanggar aturan,'' sebut M Nur.

Laporan: Hendrawan (Pekanbaru)
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Tinggal 2 Persen, Gaji ASN Meranti Segera Rampung

Pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk April 2026 dipastikan hampir…

41 menit ago

Terungkap! Dendam dan Harta Picu Menantu Habisi Nyawa Mertua di Pekanbaru

Polisi ungkap pembunuhan di Rumbai, menantu jadi otak perampokan. Empat pelaku ditangkap setelah kabur ke…

53 menit ago

Jelang Iduladha, 28 Petugas Disiagakan Awasi Hewan Kurban di Inhu

Disbunnakkan Inhu siapkan 28 petugas awasi hewan kurban jelang Iduladha. Langkah ini untuk cegah penyebaran…

2 jam ago

182 JCH Rohul Diberangkatkan, Wabup Lepas Langsung ke Batam

Sebanyak 182 JCH Rohul Kloter 12 diberangkatkan ke Batam. Wabup Syafaruddin Poti melepas langsung dan…

2 jam ago

SMAN 2 Singingi Wakili Kuansing ke FLS3N Tingkat Provinsi

SMAN 2 Singingi raih banyak juara di FLS3N 2026. Cabang tari kreasi mengantar wakil Kuansing…

2 jam ago

Ratusan Warga Rimbopanjang Nekat Bongkar Pembatas Jalan, Ini Penyebabnya

Ratusan warga Rimbopanjang bongkar median jalan karena akses U-turn terlalu jauh. Aksi ini dipicu keluhan…

2 jam ago