Categories: Nasional

Pengawasan Proyek Jangan Loyo

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Banyaknya proyek mangkrak di Kabupaten Kampar dianggap sebagai salah satu tanda lemahnya pengawasan. Selain itu, penilaian terhadap perusahaan yang akan mengerjakan sejumlah proyek yang kini berhenti di tengah jalan itu juga dianggap kurang. Hal ini disampaikan tokoh masyarakat Ahmad Fikri ketika menanggapi sejumlah proyek penting Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar tidak selesai.

Yang menjadi perhatian pria yang akrab disapa Onga Fikri itu adalah proyek pembangunan yang langsung menjadi atensi bupati. Dirinya merasa berhak mengkritisi sejumlah pimpinan OPD yang dinilainya memperlemah kinerja Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto. Dirinya memandang Bupati sebagai kader Golkar yang harus mendapat para pembantu terbaik untuk mewujudkan visi bupati membangun Kampar lebih baik.

"Bupati Kampar ini adalah kader Golkar yang kami jaga. Beliau punya membangun Kampar dengan sejumlah proyek yang memang diperlukan masyarakat luas. Ini, dinas-dinas terkait harus cekatan, harus cepat dan lebih hati-hati daripada beliau. Kita bisa lihat bagaimana cekatannya bupati turun ke desa-desa, jangan karena para pembantunya tidak becus, kader kami yang terlihat buruk," sebut mantan Ketua DPD Partai Golkar tersebut.

Onga Fikri meminta bupati untuk tidak segan melakukan evaluasi kepada para pejabat yang tidak becus dalam bekerja. Apalagi masa jabatan bupati tidak terlalu lama lagi untuk menyelesaikan semua visi dan misinya. Maka setiap pimpinan OPD harus dinakhodai pejabat terbaik dan mau bekerja. Jadi pejabat, menurut Onga Fikri, tidak cukup dengan bermanis-manis muka.

"Kita lihatlah sejumlah pembangunan yang mangkrak-mangkrak itu, seperti tidak ada solusi, padahal beberapa sangat penting. Bahkan itu sudah direncanakan sejak Almarhum Azis Zaenal masih hidup. Pengawasan proyek itu jangan loyo. Ini pimpinan OPD terkait, tolong bekerja yang serius sedikit. Kalau tidak mau bekerja untuk bupati, ya bekerjalah untuk masyarakat. Karena anggaran pembangunan itu sejatinya adalah menggunakan uang rakyat.

Ketika ditanya dinas-dinas mana saja yang kerjanya perlu dievaluasi itu, Onga Fikri enggan merinci. Menurut dia, jika proyek mangkrak ukurannya, maka masyarakat sudah bisa tahu dan menilai sendiri. "Kita tidak perlu sebut nama atau tunjuk hidung. Lihat sendiri proyek apa yang tidak selesai, proyek apa yang sekarang sedang bermasalah. Harusnya pejabat-pejabat ini kalau tidak mampu mundur saja," ujarnya.(eca)

Laporan: HENDRAWAN KARIMAN (Bangkinang)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

4 jam ago

Pria 46 Tahun di Inhu Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Tiri yang Masih Balita

Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…

7 jam ago

Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…

7 jam ago

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

23 jam ago

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

2 hari ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

2 hari ago