Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menjajal salah satu mobil produksi PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), saat peresmian pabrik di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9). (dok. Biro Pers Istana)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait polemik revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK). Jokowi menyebut, akan melihat terlebih dahulu poin-poin yang akan direvisi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
“Saya melihat dulu yang direvisi apa. Saya belum lihat. Kalau sudah ke Jakarta, yang direvisi apa, materinya apa, saya harus tahu dulu, baru saya bisa berbicara,” kata Jokowi usai meresmikan pabrik mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menilai, selama ini lembaga antirasuah sudah bekerja dengan baik. KPK telah bekerja sepenuh hati untuk melakukan pemberantasan korupsi.
“Yang pasti seperti kemarin saya sampaikan, KPK bekerja sangat baik dalam rangka pemberantasan korupsi,” ucap Jokowi.
Mengenai persepsi bahwa revisi UU tersebut bakal melemahkan KPK, mantan Wali Kota Surakarta ini berpikir positif. Dia yakin, langkah DPR untuk merevisi UU KPK dimaksudkan untuk menguatkan kembali kinerja lembaga pemberantasan korupsi tersebut.
“Yang jelas saya kira kita harapkan DPR mempunyai semangat yang sama untuk memperkuat KPK,” tegasnya.
Sebelumnya, gelombang penolakan revisi UU KPK dan calon pimpinan KPK bermasalah ramai menjadi perbincangan. Bahkan pimpinan KPK Agus Rahardjo menyatakan bahwa revisi UU KPK merupakan bentuk pelemahan terhadap kinerja pemberantasan korupsi.
“Sembilan persoalan di draf RUU KPK berisiko melumpuhkan kerja KPK,” tegas Agus.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…
Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…