pucuk-ubi
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Nina tinggal di sebuah rumah yang memiliki tetangga di samping kiri, kanan, dan belakangnya. Namun, di bagian belakang rumah ada halaman kecil yang memisahkan rumahnya dengan rumah tetangga.
Nina menanami halaman belakang tersebut dengan tanaman ubi dan beberapa pohon pisang, serta cabai. Semenjak pandemi, ia memang sangat senang menanam.
Seiring berjalannya waktu, tanaman Nina mulai membesar, dan bisa segera dimakan, terlebih pucuk ubi yang terlihat sangat segar. Nina berencana memasak pucuk ubi tersebut hari Ahad yang merupakan hari libur. Pucuk tersebut akan menjadi pucuk pertama yang akan ia petik.
Hari Ahad pun tiba, Nina pergi ke halaman belakang untuk memetik pucuk ubi. Namun, kebagahiaannya pudar seketika saat melihat pucuk-pucuk ubi segar telah hilang, dan hanya tertinggal daun ubi tua dan bekas petikan yang masih terlihat baru.
Nina sangat kesal, ia berpikir tidak-tidak tentang tetangganya. Namun, ia hanya berani mengumpat dengan suara keras agar tetangganya bisa mendengar omelan Nina. Bagaimana tidak, ia yang sudah susah payah menanam, malah orang lain yang memanen, bahkan tanpa meminta izin.
"Alamaak….! Siapa yang memetik tanaman orang sembarangan, mana nggak izin pula. Saya doakan perutnya bunci…tt..," teriak Nina masih di halaman belakang.(anf)
Mitsubishi Motors bersama Riau Pos menggelar Bergerak Bersama di Grand Ubud Pekanbaru dengan beragam aktivitas…
Pemko Pekanbaru membuka layanan pengaduan dan jalur pemenuhan kuota SPMB SMP 2026 agar seluruh anak…
PKL kembali bermunculan di Jalan Sudirman Ujung dekat Jembatan Siak IV. Satpol PP Pekanbaru menegaskan…
Kelangkaan BBM di Pulau Bengkalis membuat warga kesulitan beraktivitas. Antrean panjang terjadi di SPBU, sementara…
Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi berlangsung lancar, namun jumlah pengunjung menurun. Tiang tongkang roboh…
Hari terakhir pendaftaran SPMB SD Negeri Pekanbaru diwarnai kedatangan wali murid ke sekolah untuk memastikan…