pucuk-ubi
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Nina tinggal di sebuah rumah yang memiliki tetangga di samping kiri, kanan, dan belakangnya. Namun, di bagian belakang rumah ada halaman kecil yang memisahkan rumahnya dengan rumah tetangga.
Nina menanami halaman belakang tersebut dengan tanaman ubi dan beberapa pohon pisang, serta cabai. Semenjak pandemi, ia memang sangat senang menanam.
Seiring berjalannya waktu, tanaman Nina mulai membesar, dan bisa segera dimakan, terlebih pucuk ubi yang terlihat sangat segar. Nina berencana memasak pucuk ubi tersebut hari Ahad yang merupakan hari libur. Pucuk tersebut akan menjadi pucuk pertama yang akan ia petik.
Hari Ahad pun tiba, Nina pergi ke halaman belakang untuk memetik pucuk ubi. Namun, kebagahiaannya pudar seketika saat melihat pucuk-pucuk ubi segar telah hilang, dan hanya tertinggal daun ubi tua dan bekas petikan yang masih terlihat baru.
Nina sangat kesal, ia berpikir tidak-tidak tentang tetangganya. Namun, ia hanya berani mengumpat dengan suara keras agar tetangganya bisa mendengar omelan Nina. Bagaimana tidak, ia yang sudah susah payah menanam, malah orang lain yang memanen, bahkan tanpa meminta izin.
"Alamaak….! Siapa yang memetik tanaman orang sembarangan, mana nggak izin pula. Saya doakan perutnya bunci…tt..," teriak Nina masih di halaman belakang.(anf)
Kompensasi bagi 142 nelayan terdampak pencemaran Sungai Tapung mulai direalisasikan. Nelayan berharap pemulihan lingkungan segera…
Kapolda Riau menjenguk korban dugaan pengeroyokan di RS Bhayangkara dan menegaskan proses hukum akan dilakukan…
Sidang dugaan korupsi Perumda BPR Indra Arta Inhu memasuki tahap replik. Satu terdakwa meninggal dunia…
Perbaikan jalan menyebabkan kemacetan panjang di perbatasan Riau-Sumbar dan Km 35 Pekanbaru-Bangkinang. Pengendara diminta mengatur…
Kuansing sukses menjadi tuan rumah MTQ Riau 2026 dan meloloskan lima qori-qoriah untuk memperkuat kafilah…
Pemko Pekanbaru mencatat masih ada 3.350 kursi kosong di 108 SD Negeri usai pengumuman SPMB…