jangan-bawa-virus-balik-kampung
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – PERKEMBANGAN Covid-19 di Riau di bulan April 2021 ibaratkan jamur yang muncul di musim penghujan. Kasus harian di Riau meningkat tajam. Bahkan, penambahan bulan ini merupakan terbanyak sejak kasus Covid-19 muncul di Riau, Maret tahun lalu.
"Bulan ini terdapat penambahan hampir 8 ribu. Tahun lalu, kasus tertinggi terjadi di bulan Oktober yakni hanya 7 ribu. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Terutama jika masyarakat memutuskan mudik Idulfitri. Bisa-bisa saling menularkan nanti,"ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Indra Yovi kepada Riau Pos, Kamis (29/4).
Misalnya, orang Riau mudik ke Sumatera Utara. Tentunya, jika dia kena Covid-19 maka bawa ke sana ke kampungnya. Tapi, penyekatan jalur mudik sudah dilaksanakan dari sekarang. Beberapa pos sudah didirikan oleh dinas perhubungan, Polri dan TNI.
Pemerintah menetapkan sejumlah aturan untuk mencegah penyebaran virus corona pada masa Ramadan dan Idulfitri 2021. Secara resmi mudik Idulfitri telah dinyatakan dilarang, terhitung mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Selain itu, dilakukan pengetatan perjalanan dalam negeri selama H-14 dan H+7 larangan mudik Idulfitri atau 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021.
Namun, keinginan masyarakat untuk mudik tetap tak bisa dibendung. Bahkan, ketika pemerintah mengeluarkan edaran larangan melakukan perjalanan mudik pada 6-17 Mei 2021, banyak masyarakat "curi start"melakukan mudik. Makanya, pemerintah membuat kebijakan dilakukan pengetatan perjalanan dalam negeri selama H-14 dan H+7 larangan mudik Idulfitri atau 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021.
Menanggapi hal ini, Indra pun berdoa agar masyarakat yang sudah telanjur mudik dalam kondisi sehat-sehat saja dan tetap menjaga diri serta keluarganya dengan baik dengan menjaga protokol kesehatan.
"Kepada yang belum mudik, saya sarankan untuk pikir-pikir kembali sebelum telanjur. Kepada yang tetap ingin mudik maka patuhi aturan yang ada. Kasihan kalau sudah terpapar Covid-19. Apalagi saat ini ruang ICU hampir penuh, bahkan ruang isolasi sudah 90 persen terisi. Jadi, jangan anggap sepele,"imbaunya.
Disinggung penyebab semakin tingginya kasus Covid-19 di Riau, Indra mengatakan hal ini disebabkan protokol kesehatan yang abai dilakukan. Akhir-akhir ini, terlalu banyak kerumunan dan keramaian. Mereka juga mengabaikan protokol kesehatan. Lihat saja di beberapa kafe, tempat nongkrong, restoran, dan pasar.
“Kami bukan mau menutup pasar dan kafe tersebut, tapi tolong patuhi prokes,"ujarnya.
Sekarang yang harus dijalani bukan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan menjaga jarak), tapi sudah harus menerapkan 5M. Yakni memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan menjaga jarak serta ditambah menghindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi massa.
“Kalau nggak perlu banget keluar, nggak usah keluar rumah,"tambahnya.
Terkait varian Covid-19 yang baru, Indra belum bisa memastikan apakah sudah menyebar di Riau atau belum.
"Kami sudah mengirim beberapa sampel di Jakarta untuk diperiksa. Jadi, kami masih menunggu hasilnya. Makanya, secara terbukti belum ada varian baru di Riau. Mudah-mudahan tidak ada,"tambahnya.(das)
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…
Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo School Holi-Deals selama Juli 2026 dengan paket menginap lengkap untuk…
Syahrul Aidi mengecam penghadangan Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat dan meminta aparat menjamin keamanan…
Daftar ulang SPMB SD Negeri di Pekanbaru resmi dimulai. Orang tua melengkapi berkas, sementara sekolah…
Pemkab Kepulauan Meranti resmi menerapkan manajemen talenta ASN setelah mendapat persetujuan BKN. Pengisian JPTP tak…