hati-hati-terjebak-kosmetik-ilegal-di-media-sosial
MADIUN (RIAUPOS.CO) — Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia menggelar sosialisasi mewaspadai maraknya bahaya penggunaan kosmetik ilegal di kalangan perempuan Madiun, Jatim.
Tak hanya luar negeri saja, dari dalam negeri kosmetik dengan bahan-bahan kimia berbahaya sulit terdeteksi.
Daftar bahan berbahaya yang paling banyak ditemukan di antaranya merkuri, hidroquinon, asam retinoat, resorsinol , dan timbal yang bisa merusak kulit.
"Bahan-bahan tersebut sangat sering ditemukan dalam beberapa produk kosmetik ilegal yang berada di pasaran, termasuk di media sosial," ujar Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Cabang Surabaya Ary Widhyasti.
Dokter Ary mengatakan, salah satu contoh kosmetik yang berbahaya adalah yang menjanjikan dalam waktu dekat bisa memutihkan kulit pemakainya.
"Namun, dalam jangka panjang, bisa menimbulkan flek hitam dan kulit menjadi lebih gelap," kata Ary.
Banyak penjual kosmetik ilegal dan berbahaya yang memanfaatkan medsos. Karena itu, dia meminta masyarakat berhati-hati dalam penggunaan kosmetik.
"Bahan berbahaya tentunya juga memiliki efek samping, dalam jangka pendek kulit bisa iritasi, sedangkan jangka panjangnya bisa menimbulkan kanker kulit," pungkas Dokter Ary. (pul/pojokpitu/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.