Categories: Nasional

Makin Panas, Irak Usir Tentara AS, Rudal Iran Siap Meluncur

BAGHDAD (RIAUPOS.CO) – Parlemen Irak mengeluarkan resolusi meminta pemerintah mengusir ribuan tentara Amerika Serikat dari negara itu setelah pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani di Baghdad.

“Pemerintah berkomitmen untuk mencabut permintaan bantuan dari koalisi internasional yang memerangi ISIS terkait berakhirnya operasi militer di Irak dan pencapaian kemenangan,” demikian isi resolusi parlemen Irak, seperti dikutip dari Reuters, Senin (6/1/2020).

Saat ini ada 5.200 prajurit AS yang bertugas di Irak untuk mendukung pasukan lokal mencegah bangkitnya kembali milisi ISIS.

Para prajurit Paman Sam itu menjadi bagian dari koalisi internasional yang diundang Irak pada 2014 silam untuk melawan ISIS.

Seorang pejabat Amerika Serikat memastikan bahwa pasukan rudal Iran pada kondisi siaga tinggi.

Namun dia tidak menjelaskan apakah siaga tinggi itu dalam situasi bertahan atau menyerang.

Dia juga tidak memberikan rincian lebih lanjut apakah rudal Iran membidik target tertentu, di tengah ancaman serangan balasan oleh Teheran atas tewasnya Kepala Pasukan Elit Quds Iran Mayor Jenderal Qassem Soleimani dalam serangan udara oleh Amerika Serikat di bandara Baghdad, Jumat (4/1).

“Mereka jelas-jelas berada pada kondisi siaga yang tinggi. Apakah keadaan siaga tinggi itu dipersiapkan dengan lebih baik untuk pertahanan atau untuk penyerangan. Kami tidak bisa menentukan itu. Tapi kita memperhatikannya dengan cermat,” ujar pejabat itu.

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran dan pasukan-pasukan anti-Amerika Serikat di seluruh dunia Muslim akan membalas pembunuhan pemimpin Pasukan Quds, Mayor Jenderal Qassem Soleimani, kata juru bicara Garda kepada televisi nasional Iran, Jumat.

 “Garda Revolusi, bangsa Iran yang bijaksana dan front perlawanan di dunia Muslim yang membentang luas akan membalas tumpahnya darah syuhada ini (Soleimani),” kata juru bicara Garda, Ramezan Sharif kepada stasiun televisi itu.

“Kegembiraan Zionis dan Amerika dalam waktu dekat akan berubah menjadi ratapan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam bakal menyerang dengan senjata baru bila Iran memutuskan balas dendam atas kematian perwira tingginya, Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

“AS baru saja menghabiskan US$2 triliun untuk perlengkapan militer. Kami adalah yang paling besar dan sejauh ini adalah yang terbaik di dunia,” cuit Trump melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (5/1).

“Jika Iran menyerang markas AS, atau orang Amerika, kami akan mengirim beberapa perlengkapan baru ini ke mereka,” tambahnya.

Sumber: Pojoksatu.id
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Dies Natalis ke-4 Universitas Awal Bros Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Universitas Awal Bros rayakan Dies Natalis ke-4 secara hybrid. Berbagai kegiatan digelar hingga pemberian penghargaan…

11 jam ago

Pekanbaru Teken MoU PSEL, Sampah Disulap Jadi Energi Listrik

Pekanbaru teken MoU PSEL untuk olah sampah jadi energi listrik. Proyek ini ditargetkan kurangi beban…

11 jam ago

Buron Usai Jambret Santunan Ramadan Anak Yatim, Pelaku Diciduk di Sumbar

Pelaku jambret uang santunan anak yatim di Pekanbaru ditangkap di Sumbar setelah buron dua pekan.…

14 jam ago

Polisi Ungkap Penimbunan BBM Subsidi, Solar 3.200 Liter Disita

Polisi di Riau menangkap dua pelaku penimbunan BBM subsidi. Ribuan liter solar dan pertalite diamankan,…

14 jam ago

Jadi Aset Pemko, Rusunawa Rumbai Siap Ditata Total

Pemko Pekanbaru mulai membenahi Rusunawa Yos Sudarso. Wako soroti kondisi kumuh dan siap beri keringanan…

14 jam ago

Tarif Parkir Kuliner Cut Nyak Dhien Disorot, Pengunjung Dipatok Rp5.000

Pengunjung kuliner malam Cut Nyak Dhien mengeluhkan tarif parkir hingga Rp5.000. Dishub Pekanbaru janji segera…

15 jam ago