Categories: Nasional

Ini Beberapa Fakta yang Terungkap Hubungan Randy dan Novia Widyasari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Oknum anggota polisi Bripda Randy Bagus Hari Sasongko resmi jadi tersangka atas kasus kasus dugaan bunuh diri Novia Widyasari Rahayu (NWR). Disinyalir Novia bunuh diri karena telah melakukan aborsi.

Berdasar pendalaman jajaran Polda Jawa Timur, korban yang merupakan mahasiswi Universitas Brawijaya itu sudah dua kali melakukan aborasi.

Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menyampaikan, korban NWR dan Bripda Randy Bagus sudah menjalin hubungan kekasih sejak 2019. Bripda Randy Bagus saat ini bertugas di Polres Pasuruan, Jawa Timur.

“Yang bersangkutan (tersangka Randy Bagus, red) profesinya adalah seorang polisi yang saat ini bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten,” kata Slamet dalam konferensi pers, Sabtu (4/12) malam.

Slamet menceritakan, hubungan antara NWR dan Bripda Randy Bagus adalah sepasang kekasih alias pacaran bermula dari saling kenal saat nonton bareng pembukaan salah satu toko baju distro di Malang, Jawa Timur pada Oktober 2019. Dalam pertemuan itu, NWR dan Randy Bagus saling bertukar nomor handphone.

“Mereka bertukaran handphone dan setelahnya mereka resmi pacaran,” ucap Slamet.

Setelah berpacaran, lanjut Slamet, mereka diduga melakukan hubungan layaknya suami istri. Hubungan di luar nikah itu terjadi sepanjang 2020 sampai 2021.

“Mereka melakukan suatu perbuatan seperti suami istri. Ini sudah berlangsung dari 2020-2021 dilaksanakan di Malang tempat kos mereka, demikian juga di hotel di Malang,” ungkap Slamet.

Alhasil, akibat hubungan di luar nikah itu korban terpaksa melakukan aborsi sebanyak dua kali. Meski demikian, polisi tidak menjelaskan rinci mengapa aborsi itu dilakukan oleh Novia.

“Adanya suatu bukti selama pacaran dari 2019 sampai dengan Desember 2021 melakukan aborsi bersama. Melakukan aborsi bulan Maret 2020 dan Agustus 2021,” ujar Slamet.

Sebagaimana diketahui, Novia Widyasari adalah seorang mahasiswi Universitas Brawijaya asal Mojokerto, Jawa Timur. Perempuan berusia 23 tahun yang ditemukan tewas di dekat makam ayahnya pada Kamis 2 Desember 2021. Diduga, dia bunuh diri dengan menenggak racun lantaran depresi setelah dipaksa aborsi oleh oknum polisi.

Media sosial sempat diramaikan dengan tagar #SAVENOVIAWIDYASARI. Diduga Novia mengakhiri hidupnya karena depresi lantaran berhubungan dengan pacarnya yang berinisial R hingga hamil. Akun Twitter @belawsz menceritakan, Novia pernah menelepon temannya berinisial AN dan menceritakan semuanya.

 

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Hujan Deras Guyur Pasirpengaraian, Upacara HUT ke-27 Kabupaten Rohul Sempat Tertunda

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Halaman Kantor…

19 jam ago

Pemkab Kepulauan Meranti Lelang Aset Daerah Senilai Rp1,91 Miliar

Pemkab Kepulauan Meranti melalui BPKAD kembali melelang barang milik daerah (BMD) senilai Rp1,91 miliar secara…

19 jam ago

LAM Riau Gelar Tepuk Tepung Tawar Sambut Kedatangan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…

2 hari ago

Momentum HUT ke-27 Kuansing, Tokoh Masyarakat Marwan Yohanis Minta Putus Mata Rantai Persoalan Hukum

Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…

2 hari ago

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

3 hari ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

4 hari ago