Categories: Nasional

Banyak Daerah Revisi Formasi, Pendaftaran CPNS 2019 Tidak Serentak

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Banyak daerah yang belum melakukan setting formasi CPNS 2019 di portal SSCASN BKN berdampak pada jadwal pendaftaran.

Meski jadwal dimulainya pendaftaran CPNS 2019 tidak bergeser atau tetap 11 November, tetapi tidak bisa dilakukan serentak.

Artinya, pelamar tidak bisa melihat 152.286 formasi dengan rincian instansi pusat sebanyak 37.425 pada 68 K/L dan 114.861 formasi pada 462 pemerintah daerah secara menyeluruh di tanggal 11 November.

Belum lagi ada sejumlah daerah yang melakukan revisi formasi sehingga butuh waktu untuk digodok di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

"Tanggal 11 November tidak bisa dibuka pendaftaran serentak karena ya itu tadi. Ada revisi-revisi tadi, ada juga yang belum setting formasi di SSCASN," kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana di Jakarta, Senin (5/11).

Meskipun nanti tidak serentak pendaftarannya, Bima memastikan jadwal akan berjalan sesuai rencana. Apalagi itu hanya pendaftaran dan seleksi administratif.

Panitia seleksi nasional (Panselnas) masih punya waktu smapai akhir tahun ini untuk seleksi administrasi.

"Tanggal yang ada di jadwal itu untuk melihat apakah sudah memenuhi syarat-syarat yang diatur regulasi. Harus 14 hari, harus 3 hari masa sanggah, seminggu untuk menjawab. Itu harus ada di sana. Itu kan minimum. Kalau dipanjangin sedikit kan boleh saja," terangnya.

Dia menyebutkan, tim BKN sedang input data formasi ke SSCASN. Cuma banyak yang minta revisi karena ada yang tidak akurat.

Misalnya di Kabupaten Bojonegoro, minta diubah dari jabatan lain untuk formasi IT karena mau mengejar digital government. Itu kan ada perubahan dan sedang diproses di KemenPAN-RB sehingga memerlukan waktu untuk meng-inject data itu.

"Mudah-mudahan tanggal 11 sudah selesai semua. Kalau enggak ya yang siap dulu saja buka pendaftaran," ucapnya.

Dia menambahkan, untuk instansi pusat sudah tidak ada masalah. Yang belum itu di daerah karena banyak perubahan. Daerah juga butuh bantuan untuk meng-injeck data itu.

Apalagi banyak yang tidak paham untuk mengisi formasi jabatannya. Contohnya, formasi ini di setjen, biro ini, bagian ini, dan seterusnya.

"Kan masyarakat enggak ngerti ini jabatan apa. Ini saya lagi coba apa bisa membuat itu lebih sederhana agar lebih mudah dipahami," terangnya. (esy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

4 detik ago

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

1 hari ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

1 hari ago

Tersedak Paku Masuk ke Paru-Paru, RSUD Arifin Achmad Tangani Tanpa Operasi

RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…

1 hari ago

Polisi Bongkar Dugaan TPPO di Bengkalis, 12 Orang Diamankan

Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…

1 hari ago

Belajar Jadi Jurnalis, Puluhan Siswa SMP Global Andalan Kunjungi Redaksi Riau Pos

Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…

1 hari ago