Categories: Nasional

Menag Tak Ingin Langgar Kebebasan Akademik

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Disertasi “Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur Sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital” milik Abdul Aziz, mahasiswa S3 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta, terus menuai kontroversi. DPR meminta Kementerian Agama (Kemenag) tidak tutup mata dan segera mengambil tindakan tegas.

Anggota Komisi VIII DPR RI Musthafa Bakri menilai, disertasi seks pranikah tersebut berpotensi menyebabkan kebebasan pemikiran yang berbahaya. Dikhawatirkan, ada pihak yang menjadikannya landasan untuk melakukan seks pranikah.

”Padahal, mendekati zina saja tidak boleh. Apalagi melakukannya,” ujar Bakri di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (5/9).

Musthafa mengaku heran. Bagaimana pembimbing dan penguji bisa meloloskan disertasi tersebut. Padahal, menurutnya, setelah ditelaah, penelitian tersebut tidak berdasarkan pada landasan-landasan konkret dalam bidang agama.

”Agar tidak terjadi hal yang sama, Kemenag harusnya bisa memperjelas apa kriteria penelitian dan penulisan. Perketat aturan agar tidak terulang,” tegasnya.

Senada, Wakil Ketua Komisis VIII Sodik Mudjahid menilai, adanya kelalaian dari pihak kampus terhadap disertasi kontroversial tersebut. Menurutnya, lembaga yang harusnya bisa menjadi contoh, justru gagal memahami keresahan masyarakat terkait perilaku seks bebas yang semakin marak dewasa ini.

”Harusnya melakukan kegiatan ilmiah untuk mencegah, ini malah sebaliknya,” keluh Politisi Partai Gerindra tersebut.

Dia pun mendorong agar Kemenag mencopot Direktur Pasca Sarjana dan Rektor UIN Sunan Kalijaga. Lalu, menggantinya dengan guru besar yang lebih kredibel, yang memiliki kepekaan sosial dan komitmen tinggi pada Pancasila.

Menanggapi hal ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, dirinya tidak bisa berkomentar banyak terkait urusan akademik. Ia pun enggan menyalahkan disertasi kontroversial itu karena meyakini adanya proses panjang di balik produk akademik itu. Apalagi, adanya campur tangan pembimbing dan penguji yang kompeten.  

”Saya membatasi diri untuk tidak melanggar kebebasan akademik,” tuturnya ditemui dalam kesempatan yang sama.

Kendati demikian, Lukman menegaskan, pihaknya akan mendalami kasus tersebut agar tidak terulang di kemudian hari. Dia menyadari, sebebas apapun dunia kampus tetap tidak berada di ruang hampa. Artinya, ada norma dan etika yang harus jadi perhatian.

Selain itu, ia pun menolak tegas kesimpulan dan rekomenasi dari disertasi milik Abdul Aziz. ”Saya pribadi tentu tidak menyetujuinya,” tegasnya. 
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Cegah Abrasi Sungai Indragiri, Mahasiswa ITB-I Tanam 100 Pohon

Mahasiswa ITB-I bersama Forkopimda Inhu menanam 100 pohon di bantaran Sungai Indragiri sebagai upaya mencegah…

8 jam ago

Generasi Terbaru Honda Vario 125 Hadir di Pekanbaru dengan Varian Street

PT CDN meluncurkan All New Honda Vario 125 di Pekanbaru dengan desain baru dan varian…

8 jam ago

Sambut Imlek 2577, PBBI dan PKMR Gelar Baksos di Rokan Hilir

PBBI dan PKMR menggelar baksos Imlek 2577 di Rohil dengan pembagian sembako serta layanan pengobatan…

8 jam ago

Energi Mega Persada Bangga Dukung Riau Pos Fun Bike 2026

Energi Mega Persada menyatakan kebanggaannya menjadi sponsor Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk dukungan…

9 jam ago

Laporan Warga, Wawako dan Kapolresta Cek Dugaan Pesta Waria di New Paragon

Pemko dan Polresta Pekanbaru mendatangi New Paragon KTV menyusul laporan masyarakat terkait dugaan kontes waria…

9 jam ago

RS Awal Bros Sudirman Hadirkan Teknologi Neurorestorasi

RS Awal Bros Sudirman menghadirkan layanan neurorestorasi berbasis TMS sebagai harapan baru pemulihan pasien stroke…

9 jam ago