Categories: Nasional

Iran Kembali Izinkan Warganya Bekerja

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Republik Islam Iran menjadi negara di luar Asia yang angka kematian akibat wabah coronaya tertinggi. Tanda-tanda bakal akan mereda dalam waktu dekat pun masih belum ada. Meski begitu, pemerintah republik Islam itu nekat mengizinkan kegiatan perekonomian bergulir pekan depan.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, kegiatan-kegiatan ekonomi yang berisiko kecil akan dimulai kembali pada 11 April mendatang. Pemerintah khawatir bahwa langkah-langkah untuk membatasi pergerakan masyarakat untuk membendung penyebaran bisa menghancurkan ekonomi Iran.

"Di bawah pengawasan kementerian kesehatan, semua kegiatan ekonomi yang berisiko kecil akan kembali diadakan mulai Sabtu, kecuali di Tehran," kata Rouhani dalam rapat yang disiarkan televisi.

Republik Islam Iran merupakan negara di Timur Tengah yang paling parah terdampak virus corona. Dari 55 ribu lebih kasus infeksi positif di negara tersebut, sebanyak 3.452 berakhir dengan kematian.

"Dua pertiga dari seluruh pegawai pemerintah mulai Sabtu akan bekerja di kantor. Keputusan itu tidak berlawanan dengan anjuran untuk berada di rumah, seperti yang telah disampaikan otoritas kesehatan," ucap Rouhani.

Bahkan, Rouhani tidak memberikan keterangan rinci soal apa yang ia maksud dengan kegiatan berisiko kecil. Para pejabat Iran telah berulang kali mengeluh bahwa banyak warga yang tidak mengindahkan permintaan untuk tetap berada di rumah dan tidak bepergian dalam rangka liburan Tahun Baru, yang dimulai pada 20 Maret.

"Otoritas kesehatan sejak itu telah memperingatkan kemunculan gelombang baru penularan virus corona di Iran," imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Iran mengumumkan penerapan kebijakan social distancing selama sepekan untuk mencegah penularan virus corona yang telah membunuh lebih dari 2 ribu orang di republik Islam tersebut.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kontak langsung, menghentikan acara-acara pertemuan, dan menghindari pergerakan massa yang tidak perlu.

Seperti dilaporkan kantor berita IRNA, Kamis (26/3), semua sekolah, universitas, pusat perbelanjaan, taman, kolam renang, dan pusat hiburan akan ditutup.

Selain itu, pembatasan lebih lanjut akan diterapkan pada perjalanan antarkota melalui udara, kereta, dan bus. Rencana tersebut dapat diperpanjang lebih lanjut jika pihak berwenang merasa perlu.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tebar Kebaikan di Ramadan, The Zuri Pekanbaru Gelar Sahur On The Road

Rayakan anniversary ke-7, The Zuri Pekanbaru berbagi sahur kepada masyarakat melalui program Sahur On The…

15 jam ago

Malam 7 Likur Bersinar, Festival Lampu Colok Bengkalis Dipadati Pengunjung

Festival Lampu Colok Bengkalis 1447 H resmi dibuka Bupati Kasmarni, ribuan warga antusias menyaksikan tradisi…

15 jam ago

Libur Nyepi dan Lebaran, Layanan Imigrasi Bengkalis Disesuaikan

Imigrasi Bengkalis menutup layanan administrasi 18–24 April 2026. Masyarakat diminta mengurus paspor sebelum 17 Maret

1 hari ago

Pos Mudik Simpang Pokok Jengkol Ramai Dikunjungi Warga

Pos Pelayanan Mudik Polres Bengkalis di Simpang Pokok Jengkol, Duri, ramai dikunjungi warga dan menjadi…

1 hari ago

Disnakertrans Riau Terima 20 Aduan THR

Disnakertrans Riau menerima 20 pengaduan THR dari pekerja. Sebanyak 17 laporan masih dalam proses penanganan.

1 hari ago

Tekanan Fiskal, Pemkab Siak Tetap Prioritaskan Kebutuhan Masyarakat

Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan pemerintah daerah tetap hadir di tengah masyarakat meski menghadapi tekanan…

2 hari ago