Categories: Nasional

Mudik, Penumpang Kendaraan Pribadi Dibatasi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Korlantas terus berupaya mematangkan kebijakan mudik Idulfitri 2020. Karena pemerintah hanya mengeluarkan imbauan untuk tidak mudik, Korlantas Polri memprediksi mudik akan tetap dilakukan sebagian masyarakat. Untuk tetap membantu pencegahan penyebaran virus corona, Korlantas mematangkan rencana pembatasan jumlah penumpang di kendaraan pribadi.

Kabagops Korlantas Polri Kombespol Benyamin menjelaskan, Korlantas akan berupaya mendukung kebijakan pemerintah dalam penanganan virus corona. Karena bentuknya imbauan tidak mudik, maka Korlantas menyiapkan pembatasan penumpang kendaraan. “Untuk sementara yang kendaraan pribadi dulu,” terangnya.

Dengan menetapkan social distancing dan physical distancing, maka sedang dipertimbangkan untuk kendaraan pribadi roda empat hanya boleh membawa dua atau tiga penumpang. “Yang pasti harus dibatasi,” terangnya kepada JPG, Sabtu (4/4).

Sehingga, pengemudi dan penumpang bisa memiliki jarak sesuai ketentuan. Yang pada akhirnya mencegah penyebaran virus corona. “Kami sedang matangkan aturan dan teknisnya,” jelasnya.

Bisa jadi, nanti petugasakan melakukan pengawasan saat berada di pintu tol. Akan dilihat berapa jumlah orang di dalam mobil. “Selain itu juga diprediksi untuk mudik 2020 ini tidak diperlukan rekayasa lalu lintas,” paparnya.

Mengingat pemerintah melarang setiap pegawai negeri sipil untuk mudik. Serta, Polri dan TNI juga melarang anggotnya mudik, maka akan berdampak besar pada jumlah pemudik. “Kami prediksi pemudik berkurang drastis,” terangnya.

Karena itu, rekayasa jalan berupa contraflow yang biasa dilakukan saat mudik tidak akan dijalankan. Dia mengatakan, untuk fasilitas di rest area tetap seperti mudik biasanya. “Justru posko kesehatan perlu ditambah,” tuturnya.

Namun begitu, Korlantas tetap mengimbau agar masyarakat tidak mudik. Selain untuk melindungi keluarga di rumah, juga secara otomatis pemudik dari zona merah penyebaran virus corona otomatis menjadi ODP di daerah. “Harus mengisolasi diri selama 14 hari. Tentunya, lebih baik mudik setelah semua reda,” ujarnya.

Pemerintah, lanjutnya, juga akan memberikan pengganti libur untuk mudik. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir. “Mudik juga bisa kok dilakukan tahun depan. Saat ini yang paling penting kesehatan keluarga,” ujarnya.(idr/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

SUV Premium Mitsubishi Destinator Makin Pintar dengan Mitsubishi Connect

Mitsubishi Destinator kini dilengkapi Mitsubishi Connect yang memungkinkan pemilik memantau dan mengendalikan kendaraan lewat smartphone…

12 jam ago

Rumah Sehat Fohow Resmi Dibuka di Pekanbaru, Hadirkan Terapi Meridian TCM

Rumah Sehat Fohow resmi dibuka di Pekanbaru dan menghadirkan terapi Meridian berbasis Traditional Chinese Medicine…

12 jam ago

Keren! Tim Mahasiswa PCR Wakili Asia Pasifik di AAKRUTI Global Texas

Empat mahasiswa PCR tergabung dalam Tim Darnakel menjadi satu-satunya wakil Indonesia dan Asia Pasifik di…

13 jam ago

Fordismari Kritik Penunjukan Pj Sekda Kampar, Ini Tuntutannya

Fordismari menggelar aksi di Kantor Bupati Kampar menolak penunjukan Ardi Mardiansyah sebagai Pj Sekda dan…

13 jam ago

Diduga Terlibat Narkoba, Kades Koto Tandun Ditangkap Polisi

Kepala Desa Koto Tandun diamankan polisi terkait dugaan kasus narkoba. Pemkab Rohul memastikan pelayanan pemerintahan…

13 jam ago

PSMTI Riau Perkenalkan Ketua Baru kepada FPK Riau

PSMTI Riau menggelar pertemuan dengan FPK Riau untuk memperkenalkan Lindawati sebagai ketua baru dan memperkuat…

13 jam ago