Categories: Nasional

Vaksin Flu Efektif Kurangi Gejala Covid-19 Pada Anak

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Vaksin yang tersedia sejauh ini belum ada satupun yang dipastikan bisa aman digunakan pada anak-anak. Baru tenaga medis dan juga lansia yang menjadi kelompok orang-orang yang divaksinasi sejauh ini di beberapa negara. Lalu bagaimana anak-anak bisa melindungi dirinya saat terpapar Covid-19?

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan anak-anak yang telah menerima suntikan vaksin flu cenderung tidak menderita gejala Covid-19 jika terinfeksi. Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Missouri itu mengamati 905 anak-anak yang didiagnosis dengan Covid-19. Dan menemukan bahwa mereka yang menerima vaksin influenza pada musim flu saat ini memiliki kemungkinan lebih rendah untuk mengalami gejala.

Penemuan ini dipublikasikan Kamis (4/2) di jurnal medis peer-review Cureus. Penulis studi dan profesor Universitas Missouri Anjali Patwardhan dalam siaran pers mengatakan, dengan vaksin flu, diketahui pertumbuhan satu virus dapat dihambat oleh infeksi virus sebelumnya.

"Fenomena ini disebut virus interferensi, dan bisa terjadi meski virus yang pertama menyerang adalah virus yang tidak aktif, seperti kasus pada vaksin flu," jelas Patwardhan seperti dilansir dari CTV, Jumat (5/2).

Para peneliti meninjau catatan pasien anak-anak Amerika di bawah usia 20 yang didiagnosis dengan Covid-19 antara Februari dan Agustus 2020 untuk menentukan riwayat vaksinasi influenza setiap pasien. Studi tersebut hanya mengamati mereka yang menerima vaksin influenza antara September 2019 dan April 2020.

Studi tersebut menemukan bahwa anak-anak juga memiliki lebih sedikit kemungkinan terkena masalah pernapasan yang parah. Studi tersebut menemukan bahwa anak-anak dengan Covid-19 yang menerima vaksin pneumokokus juga memiliki kemungkinan lebih rendah untuk mengalami gejala.

Para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak kulit hitam memiliki kemungkinan lebih kecil menunjukkan gejala dibandingkan anak-anak lain. Berdasarkan hasil studi tersebut, Patwardhan mengatakan penting untuk mengeksplorasi lebih lanjut hubungan antara vaksin flu dan gejala Covid-19 dalam studi multiras geografis yang lebih besar.

"Berdasarkan temuan ini, kami berhipotesis bahwa insiden Covid-19 yang lebih tinggi pada populasi minoritas, itu juga dapat mencerminkan tingkat vaksinasi flu yang rendah," kata Patwardhan.

Peneliti juga mencatat bahwa akan menarik untuk melihat apakah perubahan tingkat infeksi influenza saat musim flu di masa depan. Sebab menurut penelitian tersebut, sistem pengawasan influenza Pusat Pengendalian Penyakit AS telah melaporkan insiden infeksi influenza yang sangat rendah tahun ini. Badan Kesehatan Masyarakat Kanada sebelumnya melaporkan bahwa telah menemukan tidak ada sirkulasi komunitas influenza.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Dies Natalis ke-4 Universitas Awal Bros Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Universitas Awal Bros rayakan Dies Natalis ke-4 secara hybrid. Berbagai kegiatan digelar hingga pemberian penghargaan…

17 jam ago

Pekanbaru Teken MoU PSEL, Sampah Disulap Jadi Energi Listrik

Pekanbaru teken MoU PSEL untuk olah sampah jadi energi listrik. Proyek ini ditargetkan kurangi beban…

17 jam ago

Buron Usai Jambret Santunan Ramadan Anak Yatim, Pelaku Diciduk di Sumbar

Pelaku jambret uang santunan anak yatim di Pekanbaru ditangkap di Sumbar setelah buron dua pekan.…

20 jam ago

Polisi Ungkap Penimbunan BBM Subsidi, Solar 3.200 Liter Disita

Polisi di Riau menangkap dua pelaku penimbunan BBM subsidi. Ribuan liter solar dan pertalite diamankan,…

20 jam ago

Jadi Aset Pemko, Rusunawa Rumbai Siap Ditata Total

Pemko Pekanbaru mulai membenahi Rusunawa Yos Sudarso. Wako soroti kondisi kumuh dan siap beri keringanan…

21 jam ago

Tarif Parkir Kuliner Cut Nyak Dhien Disorot, Pengunjung Dipatok Rp5.000

Pengunjung kuliner malam Cut Nyak Dhien mengeluhkan tarif parkir hingga Rp5.000. Dishub Pekanbaru janji segera…

21 jam ago