Personel Polres Limapuluh Kota mengamankan lalu lintas di sekitar longsor di kawasan Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, Rabu (4/11/2019. (Brigadir Ababil Polres 50 Kota for RiauPos.co)
LIMAPULUHKOTA (RIAUPOS.CO) — Kawasan Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, dilanda longsor, Rabu ini (4/12/2019) pukul 10.30 WIB. Longsor terjadi di bagian bawah Kelok Sembilan dari arah Payakumbuh atau di Jorong Aiaputiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau.
Wakapolres Limapuluh Kota Kompol Abdul Syukur Felani bersama Kabag Ops Kompol Bakhlis, Kapolsek Harau, dan personel Satlantas, terpantau sudah turun ke lokasi longsor yang berada di Kilometer 153 dari Kota Padang tersebut. Kepolisian memastikan, material longsor yang menimbun badan jalan Sumbar-Riau sepanjang 12 meter dengan tinggi 5 meter itu tidak menutup arus lalu-lintas.
"Sebagian badan badan jalan memang tertimbun material longsor, tapi kendaraan masih bisa lewat dengan sistem buka tutup. Sampai saat ini, masih menunggu bantuan alat berat untuk mengeluarkan timbunan tanah longsor tersebut," kata Humas Polres Limapuluh Kota Brigadir Ababil yang berada di lokasi longsor.
Longsor di kawasan Kelok Sembilan ini terjadi karena tingginya intensitas hujan di Kabupaten Limapuluh Kota dalam tiga hari terakhir. Sebelum di kawasan Kelok Sembilan, ruas jalan Payakumbuh-Lintau atau Sitangkai-Payakumbuh di Jorong Tarok, Nagari Andaleh, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota juga terban akibat digerus air hujan dari lereng Gunung Sago.
Sementara itu, banjir juga mengepung sejumlah wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota, Joni Amir, bersama Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Limapuluh Kota,Rahmadinol mengatakan, sejak Senin malam (2/12) sampai Rabu siang (4/12), sudah 14 nagari terdampak banjir dan longsor di kabupaten ini.
Meliputi, Nagari Manggilang dan sebagian Nagari Pangkalan di Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Kemudian, Nagari Sarilamak, Nagari Taram, Nagari Tarantang, dan Nagari Lubuakbatingkok di Kecamatan Harau. Selanjutnya, Nagari Tanjuanggadang dan Nagari Halaban di Kecamatan Lareh Sago Halaban. Kemudian, Nagari Andaleh di Kecamatan Luhak.
Berikutnya, Nagari Koto Baru Simalanggang, Nagari Koto Tangah Simalanggang, dan Nagari Sungaibaringin di Kecamatan Payakumbuh. Selanjutnya, Nagari Talangmaua dan Nagari Sungaiantauan di Kecamatan Mungka, serta Nagari Maek di Kecamatan Bukitbarisan.
"Banjir yang menggenangi permukiman warga, terjadi di Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Kemudian di Jorong Purwajaya, Nagari Sarilamak, Harau. Serta di Jorong Kubangrasau dan Subarangaia, Batupayuang, Lareh Sago Halaban. Serta, Jorong Lubuaksimato di Nagari Sungaiantuan, Kecamatan Mungka," kata Joni Amir dan Rahmadinol.(frv)
Sumber: Padang Ekspres
Wako Pekanbaru perkuat peran RT/RW, utang Rp470 miliar lunas dan pembangunan tetap berjalan jelang setahun…
BNNK Kuansing gelar razia jelang Ramadan 1447 H di Telukkuantan. Tujuh orang dinyatakan positif narkoba…
Kemarau panjang sebabkan krisis air bersih di Bengkalis. Usaha galon dan laundry tutup, Perumda siapkan…
Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…
PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…
Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.