Categories: Nasional

Spektakuler, PKKMB Universitas Abdurrab Hadirkan Tiga Menteri

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Universitas Abdurrab mengelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2020, yang dilaksanakan 3-28 September 2020. Spektakuler, tiga Menteri Kabinet Indonesia Maju yakni Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Prof Dr Muhajir Effendy SPd MAP, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar BA MBA, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumulo SH hadir dan Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof Dr Herri MBA secara daring sebagai narasumber PKKMB yang dilaksanakan di Susiana Tabrani Convention Hall, Kamis (3/9).

"PKKMB 2020 ini paling spektakuler karena panitia sudah berhasil menghadirkan tiga Menteri Kabinet Indonesia Maju sebagai narasumber.  Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri yang sudah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman dengan mahasiswa baru Universitas Abdurrab," kata Rektor Universitas Abdurrab Prof Susi Endrini Ssi MSc Phd.

Turut hadir Pembina Yayasan Abdurrab Dr dr Susiana Tabrani MPd, Ketua Yayasan Abdurrab dr Irvan Tabrani, para wakil rektor, dekan, ketua prodi  di lingkungan Universitas Abdurrab dan STIE Iqra Annisa serta ratusan mahasiswa baru dari Fakuktas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Abdurrab dan STIE Iqra Annisa.

Prof Susi Endrini mengungkapkan dengan dukungan yayasan dan civitas akademika, banyak keberhasilan yang diraih Universitas Abdurrab. Universitas berhasil naik peringkat menjadi 234 dari 2.136 perguruan tinggi dan swasta se-Indonesia. Rektor perempuan ini bertekat mewujudkan visi Universitas Abdurrab menjadi universitas profesional dan terkemuka, berbasis nilai-nilai Islami ditingkat nasional dengan semangat rabbani, amanah dan beradab (RAB) pada tahun 2035.

Pembina Yayasan Abdurrab Dr dr Susiana Tabrani MPd menceritakan bagaimana awalnya ayahnya, Prof Dr Tabrani Rab mendirikan Yayasan Abdurrab yang didorong kepedulian dan keprihatinan dengan minimya kampus yang ada di Riau. Terutama sekolah dan kampus kesehatan. Banyak tenaga tidak profesional yang mengisi puskesmas dan rumah sakit sehingga tingkat kesehatan masyarakat Riau sangat rendah. Padahal  Riau padahal termasuk empat provinsi terkaya di Indonesia dan memiliki sumber minyak penyumbang devisa negara. Awalnya didirikan Sekolah Menengah Analis Kesehatan Abdurrab. Kemudian didirikan Akademi Analis Farmasi Makanan, Akademi Fisioterapi, Akademi Kebidanan dan kini berkembang menjadi Universitas Abdurrab. ‘’Ribuan alumni secara profesional mengabdi di tengah masyarakat. Bahkan mayoritas tenaga analis merupakan lulusan SMK Abdurrab dan Akademi Analis Fajar. Satu-satunya kampus yang memiliki convention hall berkapasitas 2000 orang adalah Universitas Abdurrab. Semoga Allah memberi keberkahan dan senantiasa memudahkan semua cita-cita mulia ayahanda kami Prof Tabrani Rab untuk mencerdaskan generasi melalui pendidikan," tuturnya.

Mendikbud Nadiem memaparkan konsep merdeka belajar yang digagasnya. Sistem pengajaran akan berubah dari yang awalnya bernuansa di dalam kelas menjadi di luar kelas. Nuansa pembelajaran akan lebih nyaman, mahasiswa dapat berdiskusi lebih dengan dosen, belajar dengan outing class yang diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik yang berani, mandiri, cerdik dalam bergaul, beradab, sopan, berkompetensi. Nantinya, akan terbentuk lulusan yang siap kerja dan kompeten, serta berbudi luhur di lingkungan masyarakat.

"Kampus merdeka membawa kita belajar sepanjang masa. Pendidikan adalah kunci dan solusi atas krisis pembelajaran. Mahasiswa dituntut bisa menghadirkan solusi terbaik bagi setiap permasalahan bangsa. Ubah paradikma kuliah untuk belajar, tapi belajar bagaimana bisa bekerja dan berkarya. Teruslah belajar untuk menjadi manusia bermanfaat," kata Mendikbud ini.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy memaparkan pentingnya bela negara untuk mencegah radikalisme. Nilai dasar bela negara yaitu cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban demk bangsa dan negara, memiliki kemampuan awal bela negara.(mar)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

13 jam ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

2 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

2 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

2 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

2 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

2 hari ago