Categories: Nasional

Dijuluki Kampung Terendam, Mohonlah Pak Wali!

Ratusan rumah warga di kawasan padat penduduk di Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru kebanjiran. Bencana banjir itu disebabkan hujan deras yang mengguyur Pekanbaru sejak Selasa (4/8) dinihari hingga pagi, dan meluapnya sungai yang berada di kawasan tersebut.

Laporan: Panji (Pekanbaru)

Warga setempat Alfiandi (60) mengatakan, intensitas hujan yang mengguyur kampungnya tersebut cukup tinggi. Sejak dinihari, dia bersama ratusan warga setempat sudah memperkirakan bakal terjadi banjir besar.

"Dan rupanya benar, ini termasuk banjir besar. Malam itu jam 2 dinihari air sudah sepinggang, kami tak bisa tidur, warga pada gelisah," kata Alfiandi kepada RiauPos.co, di depan rumahnya Jalan Bintara, Pekanbaru, Selasa (4/8).

Menurut dia, kawasan yang dulu dijuluki sebagai komplek purnawirawan ini memang sudah menjadi langganan banjir. Makanya warga setempat sudah bisa memperkirakan hal itu terjadi lagi.

"Setiap hujan deras pasti banjir, maka rumah kita, pintu masuknya juga sudah dimodifikasi, biar air gak naik. Ya ternyata melebihi batas dan merendam perabotan di rumah, termasuk lemari," ungkapnya.

Alfian menyebut, banjir yang melanda tersebut belum kunjung surut sejak dinihari. Ratusan warga setempat mulai perlahan-lahan mengevakuasi barang perabotan yang berada di dalam rumah.

Kawasan tersebut, merupakan daerah langganan banjir karena bantaran sungai yang berada di Jalan Lili dekat pemukiman warga itu sudah dangkal dan tersumbat oleh sampah. Alfian meyakini sampah menjadi faktor utama penyebab banjir tersebut.

"Dalam tahun 2020 ini saja sudah 4 kali banjir besar seperti ini, kalau hujan biasa tetap banjir tapi tak setinggi saat ini. Warga juga menjuluki kawasan ini sebagai kampung terendamnya Pekanbaru," ungkapnya.

Menurut Alfian, tidak adanya tempat pembuangan sampah (TPS) di sini juga menjadi faktor, sehingga warga sering membuang sampah sembarangan. "Akibatnya dirasakan ketika hujan, sampah-sampah mengalir berbarengan dengan air," tuturnya.

Dia berharap, agar pemerintah Kota Pekanbaru dapat tanggap melihat penderitaan warga yang menjadi langganan kebanjiran.

"Sungai sudah dangkal, sampah banyak nyangkut. Mohonlah ini Pak Wali ini bisa diperhatikan. Kalau bisa direalisasikan pengerukan dan pembersihan sungai karena sudah sangat menghawatirkan," pintanya bersama puluhan warga lain.

Di tempat yang sama, Mis Prawoto mengaku sudah berulang kali mengusulkan hal ini ke anggota Anggota DPRD Pekanbaru saat reses di wilayahnya, namun permintaan tersebut belum terealisasi.

"Kemarin ada reses dewan, keluhan ini sering kita sampaikan, tapi sampe sekarang belum terealisasi. Dan akhirnya kami tetap kebanjiran lagi," keluhnya.

 

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

3 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

3 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

4 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

4 hari ago