Categories: Nasional

Situs Tawarkan Wacana Lingkungan

(RIAUPOS.CO) — SETELAH memboyong karyanya berjudul, “Padang Perburuan” ke beberapa kota di Indonesia, kali ini, untuk keempat kalinya, Lembaga Teater Selembayung, kembali mementaskan nomor lain dari karya Fedli Azis berjudul, “Situs”. Karya tersebut akan disuguhkan dalam perhelatan Temu Teater Se-Sumatera, 2-4 Agustus 2019 di Taman Budaya Jambi (TJB), Kota Jambi.

Pada helat tajaan TJB nanti, Selembayung dijadwalkan tampil pada 3 Agustus, pukul 15.00 WIB. Meski karya yang dibawa tidak dalam versi lengkap, Fedli percaya, kesan dan pesan yang ingin disampaikan tidak akan berpengaruh apa-apa. Sebab sang sutradara sudah menyiasati dalam konteks pemanggungan.

Situs sendiri berangkat dari keresahan akan berbagai persoalan sosial dan personal manusia yang hidup dalam limpahan kekayaan alam. Selain kekayaan sumber daya alam, juga sumber daya manusia, dalam hal ini, budaya. Keresahan ini, memantik spirit baru untuk menemukan kembali keinginan dan sumber utama kedigdayaan budaya yang lama terabaikan.

Secara artistik, Situs bisa di kelompokkan dalam physical theatre, sebab tidak menggunakan bahasa ucap (verbal), melainkan bahasa tubuh dan ekspresi. Karya yang berdurasi 30 menit ini juga menggunakan simbol-simbol, yang mewakili local genius atau kekuatan lokal, budaya Riau. Secara fisik, di panggung dihadirkan kolam dan tempayan (kendi besar) yang biasa digunakan masyarakat Riau masa lampau. Paling tidak, karya ini menawarkan wacana yang multitafsir.

“Wacana yang kami tawarkan kebetulan berkaitkelindan dengan tema acara Temu Teater Se-Sumatera yakni ‘‘Alam Takambang Jadi Guru”. Saat bentang alam dirusak tangan-tangan liar manusia serakah, maka alam kehilangan kewibawaannya,” ulas Fedli Azis, Kamis (1/8).

Menurut Pimpinan Produksi Situs, Rina NE, ada banyak komunitas yang tampil pada helat itu nantinya. Selain Riau, beberapa provinsi di Sumatera seperti tuan rumah Jambi, juga akan hadir Rumah Mata Medan (Sumut), Sumbar, Sumsel, dan lainnya. Akan ada wacana penting yang akan dibahas pekerja teater sepanjang acara berlangsung. Misalnya membahas kecenderungan isu yang kerap diangkat para pekerja teater di pulau ini. Salah satunya, persoalan ekologis.

“Situs sendiri, bukan dicipta baru-baru ini, atau untuk kesesuaian temu teater di Jambi. Karya Fedli ini telah dipentaskan sebanyak tiga kali. Diawali di helat Pasar Tari Kontemporer (Pastakom) 2016 di Kota Pekanbaru, KABA Festival 2017 di Kota Padang, dan helar Ekskavasi Swarnabhumi 2019 di Kota Medan. Karya ini, memang menjadi salah satu karya utama sang sutradara,” papar Rina NE panjang lebar.***

Laporan KUNNI MASROHANTI, Pekanbaru

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

1 hari ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

1 hari ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

2 hari ago

Satu Tim dengan Sang Putra, Kebahagiaan Coach Suryo Dampingi Debut Alif di Firstman

Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…

2 hari ago

WNA Asal India Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel Jalan Hang Tuah Duri

Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…

3 hari ago

Polda Riau Libatkan Bhabinkamtibmas dalam Program Rehabilitasi Mangrove M4CR

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…

3 hari ago