Categories: Nasional

Masyarakat Akan Mandiri dengan Pola Kemitraan

Komisi II DPRD Siak Membidangi Perekonomian dan Perdagangan memanggil dengar pendapat atau hearing perusahaan perkebunan di Bungaraya, namun menurut Ketua Komisi II Sujarwo, tidak ada perwakilan perusahaan yang datang.

Selain Ketua Komisi Sujarwo SM, hadir juga Wakil Ketua Jondris Pakpahan dan anggota komisi Sudarman  serta Awaludin. Dalam dengar pendapat itu yang hadir hanya dari Dinas Perkebunan, Kabid Perkebunan Muhamad Ihsan, Kasi Produksi Perkebunan Candra Rivana dan Kasi Pengolahan dan Pemasara Ali Assad.

Komisi II mempertanyakan ba­gaimana komitmen perusahan per­kebunan untuk menyejahterakan masyarakat di sekitar perusahaan. Terutama terkait peraturan tentang adanya hak masyarakat 20 persen di HGU yang dikelola perusahaan.

"Kami hanya ingin bagaimana masyarakat tidak hanya menjadi penonton. Kami ingin keberadaan perusahaan membawa manfaat bagi masyarakat. Jika pun tidak membuat kaya, namun setidaknya menyejahterakan," sebut Sujarwo.

Jondris Pakpahan menimpali, saatnya masyarakat mendapatkan manfaat dari perusahaan. Tidak hanya CSR tapi ada juga pola kemitraan, sehingga tidak hanya perusahaan saja yang jaya, tapi juga masyarakat sejahtera.

Hal ini penting diingatkan, sebutnya. Bahkan dia ingin mengajak pihak dinas untuk turun ke perusahaan melakukan inspeksi mendadak (sidak), sehingga jelas juga aktivitas mereka di sana.

"Sekali lagi, kami hanya ingin masyarakat mandiri. Dan mereka mandiri atas kepedulian dan kemitraan perusahaan yang ada di wilayahnya," sebutnya.

Sementara Kabid Kabid Perkebunan Muhamad Ihsan menjelaskan saat ini sejumlah perusahaan sudah memperpanjang HGU. Sementara HGU itu sampai 30 tahun.  Menurutnya perusahaan yang HGU-nya berakhir dan harus diperpanjang adalah perusahaan perkebunan sawit yang ada di Bungaraya  yaitu pada 2028 mendatang.

"Kami juga berharap ada pertemuan lanjutan untuk membicarakan pola kemitraan antara perusahaan dengan DPRD Siak, sehingga hak-hak masyarakat tidak terabaikan," sebutnya.Hal ini penting mengingat dari ribuan hektare lahan yang dikelola, setidaknya masyarakat mendapatkan kebun plasma, sehingga terjalin kemitraan yang saling membutuhkan. Dengan demikian kemandirian menjadi kata kunci untuk masyarakat.(adv/mng)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Semarak Ramadan, Pemuda Pangkalan Batang Barat Siapkan Menara Lampu Colok Raksasa

Pemuda Pangkalan Batang Barat Bengkalis menyiapkan menara lampu colok dengan 10 ribu botol untuk memeriahkan…

3 jam ago

Tas Berisi Emas Rp48 Juta Dijambret, Dua Pelaku Diamankan Warga di Pangkalankuras

Dua penjambret tas berisi emas senilai Rp48 juta di Pangkalankuras, Pelalawan ditangkap warga setelah merampas…

4 jam ago

10 Titik Penukaran Sampah Disiapkan di Pekanbaru, Warga Bisa Ubah Sampah Jadi Uang

Pemko Pekanbaru menghadirkan program tukar sampah jadi uang melalui 10 drop point. Warga cukup gunakan…

4 jam ago

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

3 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

3 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

3 hari ago