video-wakil-presiden-dicoret-coret
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Insiden kecil terjadi dalam webinar nasional yang diselenggarakan UIN Maliki Malang, Kamis (4/6). Saat video Wakil Presiden Maruf Amin diputar, ada peserta yang mencoret-coret bagian wajah Maruf. Coretan berkelir merah itu terlihat oleh seluruh peserta webinar yang diklaim mencapai 900 orang itu.
Di dalam webinar tersebut, Wakil Presiden Maruf Amin memang tidak menyampaikan pidatonya secara langsung. Yang muncul dalam webinar itu adalah rekaman atau taping yang diambil pada Rabu (3/6). Video itu bagian dari sambutan sekaligus arahan Wakil Presiden dalam seminar dengan tema Ekonomi Syariah di Indonesia: Kebijakan Strategis Pemerintah Menuju New Normal Life.
Kejadian pencoretan wajah Wakil Presiden itu terjadi di tengah-tengah durasi video. Sekitar memasuki menit kesepuluh, layar webinar yang menggunakan fasilitas Zoom Meeting menjadi hitam total. Kemudian setelah itu baru muncul kembali video Wakil Presiden komplit dengan coretan-coretan. Beberapa saat kemudian video Wakil Presiden hilang berganti tampilan WhatsApp Web.
Juru Bicara Wakil Presiden Masdukhi Baidlowi merespons insiden tersebut. Dia mengatakan meminta kepada penyelenggara webinar yakni UIN Malang untuk mencari tahu kenapa aksi coret-coret video Wakil Presiden itu bisa terjadi.
"Tentu saya menyesalkan atas terjadinya gangguan tersebut," katanya. Apalagi jika kejadian itu disengaja oleh pihak-pihak tertentu.
Kemudian Masduki berharap pihak UIN Malang bisa berkoordinasi dengan pihak keamanan siber untuk mengusut serta mencari tahu orang yang mencoret-coret itu. Kemudian menggali duduk perkara kenapa sampai muncul coretan-coretan di wajah Wakil Presiden itu.
Dalam pidatonya Wakil Presiden Maruf Amin menyinggung soal pemberlakuan tatanan baru atau new normal seiring berakhirnya pelaksanaan PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Dia mengatakan pemberlakukan tatanan baru itu dilakukan bila persyaratan yang ditetapkan oleh WHO terpenuhi.
Prasyarat pertama, penularan virus sudah terkendali ditunjukan dengan dengan rasio penyebaran Ro dalam satu wilayah berada di bawah 1 selama dua pekan berturut-turut. Kedua adalah tersedianya layanan dan sistem kesehatan untuk menangani kasus Covid-19 baru.
Prasyarat ketiga adalah kemampuan dalam melakukan pelacakan yang ditandai dengan kecukupan jumlah pelaksanaan testing. Selain itu, perubahan perilaku masyarakat yang tidak bisa ditawar dalam kondisi tatanan baru tersebut. Perilaku itu adalah melaksanakan potokol kesehatan yang ketat dalam setiap kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.